Media KampungBank of Japan (BoJ) resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,0 persen, level tertinggi sejak 1995. Keputusan ini diambil dalam rangka normalisasi kebijakan moneter setelah bertahun-tahun stimulus besar-besaran.

Kenaikan suku bunga ini telah diantisipasi oleh pasar. Pasca pengumuman, indeks saham Nikkei 225 sempat menembus level 70.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah, menunjukkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Jepang.

Dalam pemungutan suara, keputusan ini disetujui dengan hasil 7 banding 1. Satu-satunya anggota dewan yang menolak adalah Toichiro Asada.

BoJ juga menyatakan akan menjaga pembelian obligasi pemerintah pada kisaran 2 triliun yen per bulan mulai April 2027 sebagai bagian dari upaya normalisasi kebijakan moneter.

Yen melemah tipis ke level 160,35 per dolar AS setelah pengumuman. Pelemahan yen yang berlangsung lama telah meningkatkan tekanan harga bagi Jepang yang bergantung pada impor energi dan bahan baku.

Kepala Ekonom di S&P Global Market Intelligence, Harumi Taguchi, menilai BoJ akan terus menerapkan kenaikan suku bunga secara bertahap, kira-kira setiap enam bulan. Menurutnya, tekanan inflasi diperkirakan akan berlanjut meskipun harga minyak mentah sedikit turun.

Rapat kebijakan kali ini berlangsung tanpa kehadiran Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang tengah menjalani perawatan akibat infeksi kista hati. Ini menjadi pertama kalinya sejak rapat darurat pada 2010 dewan BoJ menggelar pertemuan tanpa gubernur yang hadir secara langsung.

BoJ menegaskan akan terus menaikkan suku bunga sesuai perkembangan ekonomi dan harga. Dalam pernyataan terbarunya, bank sentral menghapus frasa yang menyebut biaya pinjaman masih berada pada level yang sangat rendah, menandakan suku bunga mulai mendekati tingkat netral.

Mayoritas ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga sekitar sekali setiap enam bulan. Namun, sebagian analis menilai langkah berikutnya bisa terjadi lebih cepat, yakni pada Oktober. Data pasar swap menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada bulan tersebut mencapai sekitar 52 persen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.