Media Kampung – 14 April 2026 | DPR menyebut Kepala Badan Gas Nasional (BGN) Dadan Lucu setelah mengkritik penundaan penyelesaian kantor distributor motor listrik MBG, namun menegaskan bahwa proyek pengadaan motor listrik tetap berjalan sesuai rencana.

Pernyataan itu disampaikan pada rapat pleno Komisi IX DPR RI tanggal 10 April 2026 di gedung DPR, Jakarta, di mana anggota DPR mengangkat isu keterlambatan pembangunan kantor distribusi yang seharusnya selesai pada akhir 2025. Anggota DPR menyoroti bahwa meski infrastruktur kantor belum selesai, hal itu tidak menghalangi pelaksanaan proyek utama motor listrik MBG yang telah mendapat persetujuan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun.

BGN Dadan, yang menjabat sebagai kepala badan regulasi energi, menjadi sorotan setelah beberapa anggota DPR menggambarkan gaya kepemimpinannya sebagai “lucu” karena dianggap tidak memberikan solusi konkret terkait kendala administratif. Dadan menanggapi kritik tersebut dengan menegaskan bahwa proses perizinan dan pembangunan kantor memang mengalami hambatan eksternal, termasuk keterlambatan pasokan material akibat gangguan rantai pasok global.

Kantor distributor motor listrik MBG yang direncanakan berlokasi di Kawasan Industri Jatake, Surabaya, masih dalam tahap konstruksi akhir. Menurut laporan resmi dari PT Motor Bumi Global (MBG), struktur bangunan utama telah selesai, namun instalasi listrik, sistem keamanan, dan penyelesaian interior masih tertunda karena penundaan pengiriman peralatan khusus.

Proyek pengadaan motor listrik MBG sendiri melibatkan produksi 10.000 unit kendaraan listrik berbasis baterai lithium‑ion, dengan target penyerahan pertama pada kuartal ketiga 2026. Anggaran proyek telah disetujui melalui mekanisme lelang terbuka, dan KPK menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan telah memenuhi regulasi anti‑korupsi serta standar transparansi yang berlaku.

“Kami tetap berkomitmen menyelesaikan produksi motor listrik tepat waktu, meskipun fasilitas distribusi belum final,” ujar Ketua Komisi IX DPR, Syarifuddin, dalam sambutan penutup rapat. “Pengawasan KPK menegaskan bahwa tidak ada penyimpangan dalam proses lelang, sehingga proyek dapat terus berjalan tanpa hambatan hukum.”

Konteks tambahan menunjukkan bahwa pemerintah menganggap motor listrik MBG sebagai komponen strategis dalam upaya dekarbonisasi transportasi nasional, sejalan dengan Rencana Nasional Pengurangan Emisi Karbon 2030. Oleh karena itu, percepatan produksi kendaraan listrik dipandang lebih penting daripada penyelesaian fasilitas pendukung yang masih dalam tahap pembangunan.

Hingga saat ini, BGN Dadan telah menjadwalkan penyelesaian kantor distributor pada akhir Mei 2026, dengan harapan fasilitas tersebut dapat beroperasi penuh menjelang peluncuran resmi motor listrik MBG pada September 2026. Pihak MBG juga melaporkan bahwa rantai pasok komponen utama telah kembali stabil, sehingga tidak ada risiko penundaan lebih lanjut dalam produksi.

Dengan demikian, meskipun terdapat kritik tajam terhadap kepemimpinan BGN dan penundaan fasilitas distribusi, proyek motor listrik MBG tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan, didukung oleh pengawasan KPK dan komitmen kuat dari pihak legislatif serta eksekutif untuk memastikan keberhasilan inisiatif energi bersih ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.