Media Kampung – 09 Maret 2026 | Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa masih ada sejumlah pejabat dan birokrat di Indonesia yang belum memenuhi harapan publik. Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri para pemimpin daerah dan unsur pemerintahan, Prabowo menyoroti pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja para pegawai negara.

Prabowo juga menyinggung sejumlah contoh kasus di mana kebijakan tidak berjalan optimal karena kurangnya sinergi antara lembaga. Ia mengajak semua pihak, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, untuk bersama‑sama meninjau kembali prosedur kerja, memperbaiki sistem pengawasan, dan memastikan setiap pejabat bertanggung jawab atas hasil kerja mereka.

Selain menyoroti masalah kinerja, presiden juga mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan struktural dalam tata kelola pemerintahan. Kendala birokrasi, koordinasi yang belum maksimal, serta kurangnya transparansi menjadi fokus utama yang perlu segera diatasi.

Dalam rangka menanggapi hal tersebut, Prabowo mengusulkan pembentukan tim khusus yang akan melakukan audit independen terhadap program‑program utama pemerintah. Tim ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi konkret serta menindaklanjuti temuan‑temuan yang mengindikasikan adanya penyimpangan atau ketidakefisienan.

Seruan presiden ini mendapat sambutan beragam dari kalangan politik dan masyarakat. Beberapa pihak memuji inisiatif tersebut sebagai langkah positif menuju reformasi birokrasi, sementara yang lain menilai bahwa implementasi kebijakan harus disertai dengan dukungan legislasi yang kuat.

Prabowo menutup pidatonya dengan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk berperan aktif dalam mengawasi kinerja pejabat publik. “Kita semua bertanggung jawab atas masa depan Indonesia. Jika ada yang mengecewakan, harus diakui dan diperbaiki,” pungkasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.