Media Kampung – Pakar kebencanaan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo, menegaskan bahwa ancaman gempa megathrust di Indonesia merupakan potensi nyata yang harus diwaspadai. Meskipun waktu terjadinya tidak dapat diprediksi, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana tersebut.
Menurut Amien, gempa megathrust adalah konsekuensi alami dari aktivitas pertemuan lempeng tektonik yang terus berlangsung di zona subduksi. Indonesia, yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), memiliki sejumlah segmen megathrust aktif yang berpotensi memicu gempa berkekuatan besar dan tsunami jika pusat gempa berada di bawah laut.
“Megathrust itu ancaman yang jelas, tinggal menunggu waktu. Bisa terjadi hari ini, besok, satu tahun lagi, bahkan seribu tahun lagi. Kita tidak tahu,” ujar Amien di Surabaya, Rabu (1/7/2026). Ia menekankan bahwa langkah paling penting adalah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana tanpa menimbulkan kepanikan.
Kesiapsiagaan yang Tepat
Amien menjelaskan bahwa kesiapsiagaan meliputi edukasi kebencanaan, memahami jalur evakuasi, serta menyiapkan perlengkapan darurat bagi keluarga. Dengan memahami risiko dan prosedur penyelamatan, masyarakat dapat meminimalkan dampak apabila gempa besar benar-benar terjadi.
Ia juga meluruskan isu yang menyebut Pulau Jawa akan terbelah akibat gempa megathrust. Informasi tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan tidak berkaitan dengan mekanisme gempa megathrust. “Kalau Pulau Jawa terbelah, itu memang sudah lama dibicarakan orang. Namun, itu tidak ada hubungannya sama sekali dan tidak nyambung,” katanya.
Rujukan Informasi Resmi
Amien mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya. Ia meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai rujukan utama mengenai potensi dan mitigasi gempa bumi.
Menurutnya, kesiapsiagaan yang baik jauh lebih penting daripada rasa takut berlebihan. Dengan kesiapan yang matang, dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan