Media KampungGempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Jumat pagi pukul 09.05 Wita. Guncangan cukup kuat membuat para pengunjung Hotel Sutanraja Maumbi panik dan berlari keluar bangunan, meninggalkan aktivitas sarapan mereka.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa terjadi akibat aktivitas deformasi batuan di Lempeng Laut Maluku. Episenter gempa terletak di wilayah laut Maluku dengan kedalaman hiposenter sekitar 38 kilometer. Gempa ini termasuk gempa dangkal yang biasanya menimbulkan getaran signifikan di permukaan.

Suasana di hotel menjadi tegang seketika saat guncangan terasa. Sejumlah pengunjung terlihat buru-buru menuruni tangga dan menuju area terbuka di depan hotel untuk menghindari potensi bahaya dari bangunan. Salah satu pengunjung mengatakan, “Saya terpaksa meninggalkan sarapan pagi dan langsung lari keluar hotel.” Setelah sekitar lima menit berada di tempat aman, para pengunjung mulai kembali masuk ke dalam bangunan setelah kondisi dianggap aman.

BMKG juga mengimbau masyarakat di sekitar wilayah terdampak gempa untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan parah atau korban jiwa akibat gempa tersebut.

Gempa Minahasa Utara ini menambah catatan aktivitas seismik di Indonesia yang rawan gempa bumi, khususnya di wilayah dengan pergerakan lempeng tektonik aktif seperti Maluku dan Sulawesi Utara. BMKG terus memantau perkembangan dan mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa susulan atau aftershock.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.