Media Kampung – Nilai rapor tinggi belum tentu cukup untuk meloloskan calon mahasiswa baru melalui SNBP 2027. Selain nilai akademik, ada sejumlah ketentuan lain yang ikut menentukan peluang siswa untuk mendaftar dan lolos seleksi.
Seleksi Nasional Berbasis Prestasi atau SNBP merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri yang menilai prestasi siswa selama menempuh pendidikan di sekolah. Karena itu, nilai rapor memang menjadi salah satu unsur penting, tetapi bukan satu-satunya penentu hasil akhir.
Kuota siswa eligible di sekolah jadi batas awal
Salah satu alasan nilai rapor tinggi belum tentu cukup adalah soal kuota siswa eligible di sekolah. Siswa eligible adalah siswa yang memenuhi syarat dan masuk kuota sekolah untuk mendaftar SNBP.
Adapun syarat menjadi siswa eligible antara lain memiliki NISN dan terdaftar di PDSS, memiliki nilai rapor yang lengkap, masuk pemeringkatan terbaik di sekolah, serta memenuhi persyaratan SNBP yang berlaku. Sekolah kemudian menentukan peringkat siswa berdasarkan rata-rata seluruh mata pelajaran, umumnya dari semester 1 sampai 5. Selain prestasi akademik, sekolah juga biasanya mempertimbangkan prestasi nonakademik.
Kuota siswa eligible ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah dan penggunaan e-Rapor. Berdasarkan ketentuan yang disebut dalam sumber, sekolah terakreditasi A mendapat kuota 40 persen dari total siswa kelas 12, akreditasi B sebesar 25 persen, dan akreditasi C atau belum terakreditasi sebesar 5 persen. Artinya, siswa dengan rata-rata rapor tinggi tetap tidak bisa mendaftar jika peringkatnya berada di bawah batas kuota sekolah.
Persaingan antarpeserta dan kriteria PTN berbeda
Setelah masuk daftar eligible, siswa masih harus bersaing dengan pendaftar dari sekolah lain yang memilih program studi sama. Masing-masing PTN menyeleksi peserta SNBP berdasarkan nilai rapor, prestasi akademik, dan prestasi nonakademik.
Setiap perguruan tinggi juga dapat menetapkan persyaratan program studi yang berbeda. Karena itu, dua siswa dengan rata-rata rapor yang sama belum tentu memperoleh hasil seleksi yang sama. Dalam beberapa program studi, nilai mata pelajaran pendukung, prestasi yang relevan, atau portofolio bisa mendapat perhatian lebih besar.
Tingkat persaingan juga dipengaruhi oleh jumlah peminat dan daya tampung program studi. Semakin ketat persaingan di satu prodi, semakin besar pula tantangan bagi pendaftar meski nilai rapornya tinggi.
TKA ikut menjadi pertimbangan
Faktor lain yang disebut dalam sumber adalah Tes Kemampuan Akademik atau TKA. Tes terstandar ini digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa, terutama karena nilai rapor di tiap sekolah dapat memiliki standar penilaian yang berbeda.
Hasil TKA membantu memberi gambaran yang lebih sebanding antarcalon peserta. Karena itu, nilai rapor yang tinggi tetap perlu didukung oleh kesiapan akademik lain jika ingin memperbesar peluang lolos SNBP 2027.
Dengan kata lain, calon mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan rapor. Mereka juga perlu memastikan masuk kuota siswa eligible, memahami kriteria program studi tujuan, dan memperhatikan ketentuan seleksi yang berlaku di PTN pilihan.













