Media Kampung – Pondok Pesantren Annur Azzahra di Lumajang mengembangkan kerajinan lampu hias yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kemandirian bagi para santri. Produk ini merupakan salah satu unit usaha pesantren yang melibatkan santri dan warga sekitar dalam proses produksinya.
Pesantren yang berlokasi di Jalan KH Ali Ihsan Nomor 4, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang ini telah memiliki beberapa unit usaha lain seperti produksi tempe dan toko kebutuhan harian Zahra Mart. Pengembangan lampu hias menjadi langkah baru untuk memperkuat kemandirian ekonomi lembaga.
Pengasuh Pondok Pesantren Annur Azzahra, KH Imron Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan ekonomi di pesantren tidak dimaksudkan menggeser fungsi utama sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Justru, aktivitas ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi santri. “Kami berharap OPOP dapat menjadi jembatan bagi pesantren untuk semakin mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah,” ujarnya.
Pesantren yang didirikan pada awal 2020 ini bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur pada 2026. Melalui program tersebut, pesantren memperoleh kesempatan memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperbaiki kualitas produk.
Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menilai kreativitas di lingkungan pesantren mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi. “Pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun ekonomi umat. Produk lampu hias yang dikembangkan Pondok Pesantren Annur Azzahra menunjukkan bahwa kreativitas santri dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi,” katanya.
Keberadaan unit-unit usaha di Pondok Pesantren Annur Azzahra memperlihatkan peran pesantren yang semakin luas: tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan produktif ini, pesantren berupaya menumbuhkan semangat kemandirian sekaligus memperkuat peran sosialnya di tengah masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan