Media Kampung – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyediakan kuota 62.000 beasiswa untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pada tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kampus Berdampak untuk Komunitas Lebih Tangguh, atau yang dikenal dengan Kakak Tangguh.
Beasiswa tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jatim dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI yang telah mengoordinasikan seluruh PTS untuk menyiapkan beasiswa ini.
“Terima kasih kepada Ibu Ketua LLDIKTI yang telah mengoordinasikan semua perguruan tinggi swasta dan kemudian menyiapkan beasiswa untuk anak-anak Jawa Timur tahun ini total 62.000 beasiswa dari perguruan tinggi swasta. Ini luar biasa,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, masih banyak generasi muda yang memiliki kecerdasan dan potensi besar namun terkendala keterbatasan ekonomi. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk mengakses pendidikan tinggi. “Pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan mobilitas sosial, sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi,” katanya.
Gubernur Khofifah juga menyoroti tantangan keterbatasan akses pendidikan di tengah capaian pembangunan Jatim. Ia menekankan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas menjadi tanggung jawab bersama. “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana memastikan setiap anak-anak Jawa Timur memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas,” tuturnya.
Program Kakak Tangguh tidak sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga mengubah mahasiswa penerima manfaat menjadi agen perubahan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga menjadi pendamping, mentor, inspirator, dan penggerak perubahan sosial di masyarakat. Khofifah mengajak seluruh PTS di Jatim untuk memperkuat peran sebagai pusat pengembangan talenta, pusat inovasi, dan mitra strategis pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan