Media Kampung – Semangat nasionalisme kembali menggelora di kalangan pelajar Jakarta melalui seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Gedung Joang 45 yang diselenggarakan sebagai bagian dari jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jakarta tahun 2026.
Purna Paskibra Gedung Joang 45 mengadakan seleksi ketat ini untuk mencari siswa-siswi terbaik yang akan bertugas mengibarkan bendera pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung Joang 45. Ketua Umum Purna Paskibra Gedung Joang 45, Citra Ratih Indriani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda dengan nilai nasionalisme, disiplin, serta semangat kompetisi yang sehat.
Minat peserta sangat tinggi, tercatat ada 224 pendaftar dari 43 sekolah di Jakarta dan satu sekolah dari Bekasi. Setelah proses administrasi, 124 peserta dinyatakan lolos dan mengikuti seleksi offline yang digelar pada pertengahan Mei 2026. Seleksi awal diikuti oleh 115 peserta, namun hanya 61 yang lanjut ke tahap kedua.
Seleksi berlangsung ketat dengan berbagai tes, mulai dari pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, tinggi badan, berat badan, hingga pemeriksaan mata dan postur tubuh. Para peserta juga diuji kemampuan wawasan kebangsaan, ketahanan fisik, serta keterampilan Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Citra Ratih menegaskan bahwa seleksi tidak hanya menilai fisik, tetapi juga aspek akademik dan kepemimpinan. “Peserta yang terpilih harus memiliki postur yang ideal, kemampuan fisik dan baris-berbaris yang baik, serta prestasi akademik yang mendukung. Mereka akan menjadi cerminan generasi muda yang disiplin dan berkarakter,” ujarnya.
Tahun ini jumlah peserta terpilih lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya karena upacara HUT RI difokuskan di Gedung Joang 45, berbeda dengan tahun lalu yang juga menggelar upacara di kawasan Tugu Proklamasi. Dari 124 peserta yang mengikuti seleksi offline, hanya 42 siswa yang berhasil menjadi anggota Paskibra Gedung Joang 45 tahun 2026.
Suasana haru dan bangga menyelimuti saat pengumuman hasil seleksi. Citra menyebut momen tersebut sebagai puncak perjuangan para peserta yang telah melewati berbagai tahapan berat. “Anak-anak dan orang tua merasa bangga dan terharu ketika nama mereka diumumkan lolos,” kata Citra.
Peserta yang terpilih akan mengikuti pendidikan dan pelatihan selama sekitar 2,5 bulan. Latihan dilakukan secara rutin dua kali seminggu selama dua bulan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan intensif selama 10 hari menjelang tanggal 17 Agustus 2026. Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat kejuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan