Media Kampung – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meneteskan air mata haru saat menyaksikan penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto pada perayaan Hardiknas 2026.

Acara berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, di aula SRMP 15 Mojokerto dan dihadiri sekitar lima puluh siswa yang berasal dari dua rombongan belajar.

Keistimewaan acara terletak pada pidato bersama yang disampaikan dalam lima bahasa: Bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Jepang, dan Jerman, semuanya diucapkan dengan kelancaran yang mengagumkan.

Khofifah mengungkapkan keterkejutannya, “Saya surprise dari awal saat tiba di sini. Dalam waktu sembilan bulan, anak‑anak ini sudah mampu tampil percaya diri dan menyampaikan sambutan dalam lima bahasa,” tambahnya sambil menahan air mata.

Program Sekolah Rakyat, yang diluncurkan pemerintah provinsi pada 2020, menargetkan anak‑anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan bermutu tanpa harus menanggung biaya tinggi.

Kepala SRMP 15, Heri Susanto, menekankan bahwa pencapaian bahasa asing ini tercapai hanya dalam sembilan bulan belajar intensif, sebuah prestasi yang jarang ditemui di sekolah serupa.

Gubernur juga meminta agar siswa tersebut diundang pada peringatan Hardiknas tingkat provinsi yang dijadwalkan pada 4 Mei 2026, khususnya untuk membacakan pidato dalam lima bahasa.

Suasana semakin mengharukan ketika para siswa menyanyikan lagu “Laskar Pelangi” dan Khofifah memotong tumpeng sebagai simbol apresiasi kepada guru dan peserta didik.

Penampilan tersebut menegaskan keberhasilan program Sekolah Rakyat dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif, sekaligus memberikan harapan baru bagi generasi muda di Jawa Timur ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.