Media Kampung – Hari Pendidikan Nasional 2026 diperingati pada 2 Mei 2026 dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” serta logo baru yang mencerminkan arah transformasi pendidikan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis pedoman peringatan, yang ditandatangani oleh Menteri Abdul Muti pada awal bulan April.

Penetapan tanggal 2 Mei berakar pada keputusan Presiden Soekarno tahun 1959 sebagai penghormatan atas kelahiran Ki Hajar Dewantara, pelopor pendidikan nasional.

Logo Hardiknas 2026 menampilkan figur berwarna biru yang bergerak dinamis, melambangkan semangat seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pendidikan.

Lengkungan elips di bagian bawah logo melambangkan gerak maju, perlindungan, dan kesinambungan, sekaligus menegaskan fokus pada revitalisasi satuan pendidikan.

Warna biru dominan dipilih untuk mengekspresikan kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, serta harapan akan masa depan pendidikan yang lebih baik.

Logo dapat ditempatkan di sisi kanan atas materi publikasi, bersebrangan dengan logo Tut Wuri Handayani, dan harus dijaga jarak visual dengan logo instansi lain.

Pengunduhan logo tersedia dalam format PNG, AI, dan EPS melalui tautan resmi Kemendikdasmen, tanpa biaya bagi publik.

Susunan upacara resmi dimulai dengan kedatangan pemimpin upacara, diikuti penghormatan kepada pembina upacara, dan laporan singkat dari pemimpin.

Pengibaran bendera Merah Putih disertai lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh pembina upacara.

Setelah itu, peserta bersama-sama membaca teks Pancasila, pembukaan Undang‑Undang Dasar 1945, serta Ikrar Pelajar Indonesia untuk satuan pendidikan formal.

Amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti disampaikan secara langsung, menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam menciptakan pendidikan berkualitas.

Usai pidato, seluruh peserta menyanyikan Lagu Wajib Nasional, dilanjutkan dengan doa yang dapat disesuaikan dengan kepercayaan masing‑masing.

Upacara ditutup dengan laporan pemimpin, penghormatan kembali kepada pembina, dan pembina meninggalkan mimbar, menandai berakhirnya rangkaian acara.

Pakaian upacara mengusung busana adat tradisional sederhana, dipilih untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta melestarikan warisan budaya Indonesia.

Kebijakan pakaian menekankan kesopanan, mobilitas yang tidak terhambat, serta tidak memberatkan peserta upacara.

Pelaksanaan upacara di seluruh Indonesia dijadwalkan pada pukul 07.30 waktu setempat, dilaksanakan di halaman sekolah atau kantor yang telah ditetapkan.

Kegiatan tambahan, seperti penyanyian lagu “Rukun Sama Teman” dapat disisipkan bagi satuan pendidikan formal sebagai bagian dari semangat kebersamaan.

Dengan tema, logo, dan susunan upacara yang terstruktur, Hari Pendidikan Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum kuat untuk memperkuat kualitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.