Media Kampung – Festival Songkran Thailand yang berlangsung pada 10–16 April 2026 berakhir tragis dengan tercatat 242 orang tewas di jalan raya, menjadikannya peristiwa paling memprihatinkan dalam sejarah perayaan Tahun Baru tradisional tersebut.
Selama tujuh hari libur nasional, Thailand mencatat 1.242 kecelakaan lalu lintas; dari jumlah itu, 242 korban meninggal dan sekitar 1.200 orang mengalami luka-luka di berbagai provinsi.
Data ini menunjukkan penurunan kecelakaan sebesar 9,7 % dan penurunan kematian sebesar 9,7 % dibandingkan rata‑rata tiga tahun terakhir, sementara angka kematian pada periode yang sama tahun lalu mencapai 253 jiwa.
Bangkok menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, yakni 21 kematian, sementara provinsi Phrae mencatat jumlah kecelakaan dan korban luka terbanyak secara nasional.
Kecepatan tinggi menjadi faktor utama dengan kontribusi 40,65 % dari total kecelakaan, diikuti perilaku berganti jalur terlalu dekat; sepeda motor terlibat dalam 64,55 % kasus.
Pada hari terakhir kampanye keselamatan, tercatat 123 kecelakaan yang menewaskan 17 orang, dengan provinsi Chiang Rai, Pattani, dan Nakhon Pathom mencatat angka kematian tertinggi.
Sepuluh provinsi berhasil mencatat nol kasus kematian selama periode Songkran, menandakan keberhasilan upaya preventif di beberapa daerah.
Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand, Thiraphat Khatchamart, menyatakan bahwa tren tahun ini lebih baik dibandingkan tiga tahun sebelumnya berkat penguatan kampanye keselamatan jalan.
Songkran, yang berarti “perpindahan” dalam bahasa Sanskerta, menandai pergantian matahari dari Aries ke Taurus dan telah menjadi tradisi Tahun Baru Thailand sejak ratusan tahun silam.
Ritual utama meliputi pembersihan rumah, penyiraman air wangi ke patung Buddha dalam upacara Song Nam Phra, serta saling menyiram air sebagai simbol pembersihan kesialan dan doa untuk kemakmuran.
Pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda meningkatkan daya tarik wisata, menjadikan Songkran salah satu perayaan paling ramai yang menarik jutaan turis setiap April.
Pemerintah menegaskan akan memperketat pengawasan lalu lintas dan melanjutkan kampanye edukasi untuk menurunkan angka kecelakaan pada perayaan Songkran berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan