Media Kampung – LPDP mengumumkan pembukaan beasiswa S3 penuh di University of Glasgow untuk tahun ajaran 2026, menargetkan pengembangan sumber daya manusia unggul yang dapat mendukung sektor industri strategis Indonesia.
Beasiswa tersebut mencakup seluruh biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, asuransi kesehatan, tiket pesawat pulang‑pergi, serta dana riset selama studi. Pemerintah menyiapkan lima slot untuk program doktoral ini, dengan fokus pada bidang ilmu yang relevan dengan prioritas nasional, seperti kesehatan, digitalisasi, energi, dan material maju.
Pelamar harus merupakan warga negara Indonesia, lulusan S2 dengan IPK minimal 3,50, serta memiliki proposal penelitian yang selaras dengan kebijakan industri strategis. Pendaftaran dibuka pada 1 Mei 2026 dan berakhir pada 31 Mei 2026 melalui portal resmi LPLP. Seleksi melibatkan tahap administrasi, ujian kemampuan bahasa Inggris, serta wawancara dengan panel ahli.
“Program beasiswa ini dirancang untuk menghasilkan ilmuwan dan profesional yang siap kembali berkontribusi pada pembangunan nasional setelah menyelesaikan studi,” ujar Direktur LPDP, Dr. Irwan Setiawan, dalam konferensi pers di Jakarta pada 2 April 2026.
Sebagai bagian dari strategi nasional, LPDP juga meluncurkan beasiswa STEM untuk industri strategis yang mencakup jenjang S2 dan S3. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menutup sejumlah program studi tidak relevan dan memfokuskan dukungan pada delapan bidang industri prioritas, termasuk pertahanan, maritim, dan ketahanan pangan.
Untuk menegakkan komitmen pengabdian, pemerintah menegaskan bahwa penerima beasiswa wajib kembali ke Indonesia dan melaksanakan tugas selama minimal dua tahun di instansi atau sektor terkait. Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memonitor kepatuhan penerima beasiswa dan memberikan sanksi administratif bila terjadi pelanggaran.
Portal pendaftaran beasiswa S3 University of Glasgow resmi dibuka pada 1 Mei 2026, dan diproyeksikan akan menerima lebih dari 1.200 aplikasi. Calon penerima diharapkan dapat memulai studi pada bulan September 2026, setelah proses seleksi selesai pada Agustus 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan