Media KampungHujan orografis di Bogor menandai pola cuaca unik saat musim kemarau 2026 diprediksi lebih awal dan lebih panjang di wilayah Jawa Barat.

Kota ini dikelilingi oleh pegunungan Gede‑Pangrango di tenggara dan Gunung Salak di selatan, sehingga aliran udara lembap sering dipaksa naik dan mendingin secara tiba‑tiba.

Selama dua pekan terakhir, suhu pagi mencapai 28 °C dengan kelembapan tinggi, namun setelah tengah hari awan kumulonimbus tebal muncul secara mendadak.

Hujan deras turun sesaat setelah zuhur, diikuti angin kencang, kilat, serta penurunan suhu yang membuat udara terasa dingin dibandingkan suhu siang.

“Musim kemarau 2026 di Jawa Barat akan lebih cepat datang dan lebih kering dibanding tiga dekade terakhir,” ujar Fachri Radjab, Direktur Perubahan Iklim BMKG.

Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 56 % zona musim di provinsi tersebut akan mengalami kekeringan dari Mei hingga Juni, dengan puncak kekeringan pada Agustus.

Namun data Stasiun Klimatologi Dramaga menunjukkan Bogor berada dalam zona satu musim, di mana batas antara musim hujan dan kemarau hampir tidak terlihat.

Fenomena El Nino yang disebut “Godzilla” menambah ketidakstabilan pola angin, sehingga curah hujan di sebagian besar Jawa Barat menurun sementara Bogor tetap menerima hujan orografis.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memiliki limpahan air luar biasa, menyebut satu hari hujan di Bogor setara dengan satu tahun curah hujan di Australia Barat.

Berita hoaks yang menyatakan bahwa 2026 akan menjadi tahun kemarau terparah di seluruh Indonesia telah dibantah BMKG, yang menegaskan hanya sebagian wilayah yang mengalami defisit curah hujan.

Hujan intensitas tinggi pada malam 26‑27 April menyebabkan pemadaman listrik massal di beberapa kecamatan Bogor, meskipun jaringan listrik pulih sebagian pada pagi berikutnya.

BMKG memperkirakan curah hujan harian di Bogor akan berkisar antara 20‑80 mm selama pekan ke depan, cukup untuk menjaga kelembapan tanah dan mengurangi risiko kebakaran hutan.

Saat ini, warga Bogor melaporkan kondisi cuaca relatif stabil dengan awan berarak ringan, namun tetap disarankan memantau peringatan BMKG untuk mengantisipasi hujan tiba‑tiba.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.