Media Kampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hari ini mengeluarkan serangkaian pernyataan penting, mencakup gempa bumi di Kendari, prakiraan hujan di Jakarta, penetapan awal musim kemarau 2026, serta klarifikasi terkait rumor kemarau terparah dalam tiga dekade terakhir.

Pada Sabtu pagi pukul 05.13 WITA, gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 2,8 mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan dirasakan hingga Kabupaten Konawe Selatan, menurut data awal BMKG.

BMKG menegaskan bahwa penyebab utama guncangan adalah aktivitas sesar, sekaligus mengimbau warga tetap tenang, menghindari penyebaran informasi tidak resmi, dan menunggu konfirmasi lanjutan dari lembaga terkait.

Dalam laporan klimatologi, BMKG mengumumkan bahwa gelombang pertama musim kemarau 2026 telah mulai menyentuh sebagian wilayah Indonesia pada bulan April, sementara beberapa daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sulawesi mulai mengalami penurunan curah hujan sejak akhir Maret.

Secara statistik, sebanyak 7 persen zona musim (Z0M) telah memasuki kondisi kering, dengan prediksi peningkatan menjadi 16,3 persen pada April, 26,3 persen pada Mei, dan 23,3 persen pada Juni, mencakup wilayah pesisir utara Jawa, D.I. Yogyakarta, serta sebagian Bali dan Nusa Tenggara.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menambahkan bahwa pemantauan dinamika iklim global dan regional akan terus dilakukan, dan masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal BMKG.

Klarifikasi resmi BMKG menolak klaim bahwa musim kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir, menjelaskan bahwa prediksi curah hujan berada di bawah rata‑rata normal namun tidak menandakan kondisi terburuk dibandingkan tahun 1997, 2005, 2015, atau 2019.

Untuk wilayah ibu kota, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang akan mengguyur Jakarta sepanjang hari Sabtu, dengan intensitas yang diperkirakan cukup untuk menyebabkan genangan lokal namun tidak mengancam keselamatan publik.

Sementara itu, prakiraan cuaca Surabaya menyebut hari ini akan didominasi awan berawan sejak pagi hingga malam, suhu berkisar 26‑34°C, kelembapan 52‑90%, sehingga terasa gerah meski tidak ada hujan.

BMKG menutup laporan dengan menegaskan komitmen terus memperbarui data gempa, curah hujan, dan suhu secara real‑time, serta mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk selalu memeriksa informasi melalui situs resmi BMKG sebelum mengambil keputusan aktivitas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.