Media Kampung – Universitas Negeri Semarang (Unnes) memutus jaringan komunikasi kampus pada 15 September 2024 untuk mencegah potensi kecurangan saat pelaksanaan UTBK.

Langkah tersebut diambil setelah pihak kampus menerima laporan adanya percobaan penyadapan sinyal internet oleh pihak tak bertanggung jawab.

Keputusan diputus oleh Rektor Unnes, Dr. Ahmad Syaifuddin, dalam rapat darurat bersama tim keamanan siber dan penyelenggara UTBK.

“Kami berkomitmen memastikan integritas ujian dengan langkah tegas,” kata Rektor Unnes dalam pernyataan resmi yang dirilis pada pagi hari.

UTBK yang diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dijadwalkan berlangsung pada 16‑18 September 2024 di beberapa lokasi termasuk Unnes.

Pemutusan jaringan mencakup akses Wi‑Fi, jaringan intranet, dan layanan data seluler di area kampus selama tiga hari penuh.

Tim IT Unnes bekerja sama dengan Badan Siber Nasional (BSSN) untuk mengawasi dan memblokir setiap upaya penyusupan jaringan.

Menurut BSSN, pemutusan jaringan bersifat sementara dan bertujuan mengurangi peluang transfer data tidak sah antara peserta ujian.

Mahasiswa yang mengikuti UTBK tetap dapat mengakses materi belajar secara offline melalui materi cetak yang telah disiapkan sebelumnya.

Pihak LTMPT menegaskan bahwa semua peserta ujian tetap dapat mengerjakan soal secara normal tanpa gangguan teknologi.

Selama masa pemutusan, petugas keamanan kampus melakukan patroli rutin di setiap ruang ujian.

Pengawasan tambahan melibatkan penggunaan kamera CCTV beresolusi tinggi yang terhubung ke pusat monitor keamanan.

Data statistik dari LTMPT menunjukkan peningkatan insiden kecurangan digital pada UTBK tahun sebelumnya, terutama melalui aplikasi pesan instan.

Unnes menjadi salah satu institusi pertama di Indonesia yang mengambil tindakan jaringan total untuk menanggulangi masalah tersebut.

Langkah ini juga diharapkan menjadi contoh bagi universitas lain dalam menjaga keabsahan proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Mahasiswa yang mengeluhkan keterbatasan akses internet dapat mengajukan permohonan khusus kepada biro akademik.

Pihak biro akademik menyatakan bahwa permohonan akan diproses secara selektif dan hanya untuk keperluan akademik kritis.

Setelah ujian selesai pada 18 September, jaringan komunikasi kampus mulai diaktifkan kembali secara bertahap.

Tim IT melaporkan tidak ada gangguan signifikan pada layanan akademik selama proses pemulihan jaringan.

Unnes berencana mengevaluasi efektivitas tindakan ini dalam rapat evaluasi internal pada akhir September.

Hasil evaluasi akan dipublikasikan sebagai bagian dari kebijakan keamanan siber kampus ke depan.

Selain pemutusan jaringan, Unnes juga meningkatkan pelatihan bagi pengawas ujian tentang deteksi kecurangan.

Pelatihan tersebut mencakup penggunaan perangkat lunak pemantauan dan prosedur verifikasi identitas peserta.

Para pengawas dilengkapi dengan tablet khusus yang tidak terhubung ke jaringan publik untuk mengakses data ujian.

Penggunaan teknologi ini diharapkan memperkecil celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Pihak LTMPT menyambut baik inisiatif Unnes dan akan mempertimbangkan penerapan kebijakan serupa di pusat ujian lain.

Secara keseluruhan, tindakan pemutusan jaringan komunikasi dianggap berhasil mencegah potensi kecurangan selama pelaksanaan UTBK di Unnes.

Kondisi terbaru menunjukkan jaringan telah kembali normal dan proses akademik berjalan tanpa hambatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.