Media Kampung – Beberapa dosen Politeknik Negeri Banyuwangi berhasil memperoleh hibah penelitian 2026 dari Kemdikbudristek, menegaskan komitmen institusi dalam inovasi riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengumuman resmi dilakukan pada 18 April 2026 di kampus Poliwangi, Banyuwangi, menyusul proses seleksi ketat yang melibatkan reviewer independen.

Sebanyak delapan dosen terpilih menerima total dana sebesar Rp 3,2 miliar, yang dibagi antara proyek penelitian terapan dan program pengabdian masyarakat.

Bidang yang didanai meliputi teknik mesin, teknologi informasi, agrikultura, serta energi terbarukan, mencerminkan prioritas pembangunan daerah.

Hibah ini bertujuan memperkuat kapasitas akademik, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memberikan solusi konkret bagi permasalahan sosial di Banyuwangi.

Rektor Politeknik Negeri Banyuwangi, Dr. H. Agus Setiawan, menyatakan, “Pencapaian ini menunjukkan sinergi antara dosen, institusi, dan pemerintah dalam mendorong riset yang relevan dan berdampak luas.”

Salah satu penerima, Dr. Siti Nurhaliza, dosen Teknik Lingkungan, menambahkan, “Dukungan hibah memungkinkan kami mengembangkan teknologi pengelolaan limbah organik yang dapat langsung diterapkan oleh petani setempat.”

Proyek pengabdian masyarakat yang direncanakan mencakup pelatihan penggunaan sistem irigasi pintar bagi petani di daerah pegunungan Banyuwangi.

Poliwangi sebelumnya telah berhasil menjuarai kompetisi inovasi nasional pada tahun 2023, membuktikan konsistensi kualitas penelitian dosennya.

Kerjasama dengan perusahaan lokal, seperti PT. Banyuwangi Agro, akan memperkuat transfer teknologi dan membuka peluang komersialisasi hasil riset.

Hasil yang diharapkan mencakup publikasi ilmiah terindeks, paten, serta peningkatan produktivitas pertanian setempat.

Setiap proyek memiliki jangka waktu dua tahun, dengan laporan kemajuan triwulanan yang diaudit oleh Kemdikbudristek.

Universitas menyediakan fasilitas laboratorium modern, akses data, serta tim administrasi khusus untuk memantau pelaksanaan hibah.

Kemdikbudristek menegaskan bahwa hibah pendanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2026 ditujukan untuk mempercepat transformasi digital dan keberlanjutan di perguruan tinggi.

Keberhasilan dosen Poliwangi memberikan sinyal positif bagi perkembangan ekonomi kreatif di wilayah Banyuwangi, yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata.

Rencana ke depan mencakup ekspansi proyek ke sektor perikanan dan pengembangan kurikulum berbasis riset lapangan.

Pada saat ini, semua tim telah memulai fase awal pengumpulan data lapangan, dan diharapkan dapat menyelesaikan studi awal dalam tiga bulan ke depan.

Politeknik Negeri Banyuwangi berkomitmen melanjutkan upaya kolaboratif untuk menghasilkan inovasi yang berdampak nyata pada masyarakat dan lingkungan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.