Media Kampung – 17 April 2026 | Siswa SMA Muhammadiyah 10 (SMAMIO) GKB Gresik, Jawa Timur, Apriandhika Zhafran Yudianto, berhasil meraih medali perak pada Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand.

Prestasi ini dicapai pada kompetisi yang dimulai dengan Heat Round Indonesia, di mana peserta nasional dipilih melalui serangkaian tes tertulis dan wawancara.

Apriandhika, kelas XI 3, mengalahkan ratusan peserta lain dengan skor tertinggi pada babak final, menempatkan dirinya di urutan kedua secara keseluruhan.

Tim pembimbing dari SMAMIO, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pendidikan Muhammadiyah, memberikan dukungan intensif selama tiga bulan menjelang kompetisi, termasuk pelatihan soal tingkat internasional.

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan berterima kasih kepada guru serta orang tua yang selalu mendukung,” ujar Apriandhika dalam wawancara singkat setelah penyerahan medali.

Guru pembimbingnya, Bapak Hadi Setiawan, menambahkan bahwa keberhasilan siswa mencerminkan kualitas kurikulum berbasis nilai-nilai Islam dan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemikiran kritis.

Tim TIMO yang dihadiri oleh delegasi Indonesia terdiri dari lima siswa terpilih, dua di antaranya berhasil meraih medali emas dan perunggu, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan penghargaan terbanyak di ajang tersebut.

Kompetisi TIMO berlangsung selama tiga hari, melibatkan lebih dari 200 peserta dari 30 negara, dengan soal yang mencakup aljabar, kombinatorial, geometri, dan teori bilangan.

Setiap peserta diberikan waktu dua jam untuk menyelesaikan lima soal pada masing-masing babak, dan penilaian dilakukan oleh juri internasional yang berpengalaman.

Keberhasilan Apriandhika menjadi sorotan media nasional dan menambah catatan prestasi SMAMIO GKB Gresik dalam bidang akademik.

Pihak sekolah berencana mengadakan seminar motivasi bagi siswa lain, menargetkan peningkatan partisipasi pada Olimpiade Matematika Nasional (OSN) tahun depan.

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan akan memperluas program pelatihan khusus bagi siswa berpotensi tinggi dalam kompetisi sains internasional.

Data resmi dari panitia TIMO menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat keempat dalam total medali, setelah Tiongkok, Korea Selatan, dan Rusia.

Penghargaan medali perak tersebut termasuk dalam kategori “Senior Individual” yang menilai kemampuan pemecahan masalah secara mandiri.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda di Jawa Timur untuk mengejar prestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

GKB Gresik sendiri telah meluncurkan program beasiswa khusus bagi siswa berprestasi dalam kompetisi sains, dengan nilai beasiswa mencapai Rp10 juta per semester.

Selama persiapan, Apriandhika mengikuti program bimbingan intensif yang melibatkan alumnus Olimpiade Matematika Internasional, yang memberikan materi latihan dan strategi kompetisi.

Keberhasilan siswa Muhammadiyah ini juga memperkuat citra institusi pendidikan Islam dalam menghasilkan tenaga intelektual yang kompetitif secara global.

Para orang tua siswa menyatakan kebanggaan mereka atas prestasi tersebut, sekaligus berharap agar dukungan serupa dapat diberikan kepada siswa lain di seluruh Indonesia.

Dalam pernyataannya, ketua Panitia TIMO, Dr. Somchai Phongpanich, memuji kualitas peserta Indonesia dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan matematika.

Acara penyerahan medali diadakan di Balai Pertemuan Bangkok, dihadiri oleh perwakilan kementerian pendidikan masing-masing negara.

Dengan pencapaian ini, Apriandhika kini menargetkan untuk berkompetisi di International Mathematical Olympiad (IMO) tahun depan, yang akan diselenggarakan di Rusia.

Secara keseluruhan, prestasi ini menandai babak baru bagi SMAMIO GKB Gresik dalam mencetak generasi pemimpin ilmiah yang berdaya saing internasional.

Untuk informasi lebih lanjut, pihak sekolah dapat dihubungi melalui kantor administrasi SMAMIO GKB Gresik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.