Media Kampung – 15 April 2026 | Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya kesiapan siswa Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat untuk bersaing di panggung dunia pada kunjungan resmi Senin, 13 April 2026. Pernyataan tersebut disampaikan di depan pengurus Muhammadiyah, guru, serta para siswa di kampus Mu’allimin Lombok Barat.

Kunjungan Wamen Fajar dilaksanakan di Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat, sebuah institusi pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan kurikulum nasional. Acara dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, serta lebih dari seratus siswa kelas menengah pertama dan atas.

Dalam sambutannya, Wamen Fajar menyinggung kebijakan Pemerintah Presiden Prabowo yang menargetkan peningkatan kualitas pendidikan agar dapat berkompetisi secara global. “Kita harus menyiapkan generasi yang kuat dalam nilai moral sekaligus berdaya saing internasional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan dan karakter harus menjadi landasan utama, namun tidak menghalangi siswa untuk menguasai kompetensi abad ke-21. Menurutnya, penguatan literasi digital, kemampuan bahasa asing, dan kreativitas menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global.

Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat mencatat lebih dari 1.200 siswa aktif yang tersebar di lima tingkat pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga pendidikan menengah atas. Sekolah tersebut telah meluncurkan program bahasa Inggris intensif dan pelatihan teknologi informasi sejak tahun 2024.

Wamen Fajar menambahkan, “Saya mengapresiasi inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi, namun perlu ada sinergi lebih kuat antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan dunia usaha untuk menyediakan fasilitas yang memadai.”

Kepala Mu’allimin, KH. Ahmad Zaini, menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan akan memperkuat kerja sama dengan dinas pendidikan daerah serta mengoptimalkan program beasiswa bagi siswa berprestasi. Ia menekankan pentingnya pelatihan guru untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan peningkatan indeks kualitas pendidikan nasional menjadi 80 poin pada tahun 2028. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah Prabowo untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah internasional.

Setelah kunjungan, Wamen Fajar menginstruksikan pelaksanaan serangkaian workshop kompetensi global yang akan dimulai pada kuartal berikutnya, meliputi pelatihan kepemimpinan, pemrograman, serta kompetisi ilmiah tingkat provinsi. Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat berencana menyiapkan tim representatif untuk mengikuti ajang olimpiade sains nasional pada akhir tahun.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan komunitas Muhammadiyah, diharapkan siswa Mu’allimin dapat menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadi agen perubahan yang berlandaskan nilai kebangsaan dan keislaman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.