Media Kampung – Jakarta, 28 Mei 2026 – Kementerian Perhubungan memperkuat transportasi massal perkotaan sebagai upaya menekan beban subsidi BBM dan mengurangi kemacetan serta polusi udara. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan sektor transportasi menyerap 90 % subsidi BBM senilai Rp300 triliun per tahun.

Pemerintah menargetkan pengembangan Angkutan Umum Massal Perkotaan (AUMP) di 20 kota utama sesuai RPJMN 2025‑2029 untuk memotong durasi perjalanan dan meningkatkan aksesibilitas. Program ini mengandalkan perencanaan terintegrasi, pendanaan bersama antara pusat dan daerah, serta tata kelola kuat.

Untuk mendukung digitalisasi layanan, Kemenhub meluncurkan aplikasi Mitra Darat, situs Teman Bus, serta platform pengelolaan layanan BTS, executive dashboard, digital checker, dan checker web. Alat‑alat ini membantu operator meningkatkan kualitas pelayanan secara cepat dan memantau standar layanan minimal.

Dengan langkah ini, diharapkan sistem transportasi menjadi lebih berkelanjutan, adil, dan efisien, sekaligus mengurangi beban subsidi BBM nasional. Kementerian menegaskan komitmen terus memantau dan menyesuaikan kebijakan guna mendukung pertumbuhan ekonomi kota.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.