Media Kampung – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa pihak yang merasa kecewa atas video arahannya yang viral di media sosial adalah para pelaku yang terkait dengan pesan yang disampaikannya. Pernyataan tegas ini muncul setelah video tersebut memicu kontroversi dan kritik dari sejumlah kalangan, termasuk organisasi wartawan.

Video arahan Murthalamuddin menyoroti sikap yang harus diambil sekolah terhadap wartawan yang belum memiliki Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan media yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers. Selain itu, ia juga menyinggung keberadaan aktivis LSM yang aktif mengawasi proyek pendidikan di lingkungan sekolah. Hal ini memicu beragam reaksi karena dianggap berpotensi membatasi fungsi kontrol sosial terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.

Ketika dimintai klarifikasi terkait video tersebut, Murthalamuddin memberikan jawaban singkat namun tegas melalui pesan WhatsApp, “Yang kecewa para pelaku.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia yakin pihak yang tersinggung merupakan mereka yang merasa dikritik oleh arahannya.

Respons Murthalamuddin tidak berhenti di situ. Saat wartawan mencoba menanyakan maksud pernyataannya, Kadisdik Aceh tersebut membalas dengan nada tinggi, “Pue hana muphom bhsa droeneuh? atau Apa tak paham bahasa kamu?” menunjukkan ketegasan dan kemarahannya terhadap pertanyaan tersebut.

Kontroversi ini telah memancing berbagai reaksi dari masyarakat dan organisasi. Beberapa relawan pendukung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, bahkan meminta agar gubernur mengevaluasi posisi Murthalamuddin dalam jajaran pejabat Dinas Pendidikan Aceh. Hal ini menambah dinamika dalam polemik yang tengah berlangsung.

Polemik yang muncul dari video ini menjadi sorotan penting dalam konteks keterbukaan informasi dan fungsi kontrol sosial terhadap pendidikan. Pernyataan Kadisdik Aceh tersebut menimbulkan perdebatan terkait batasan bagi wartawan dan aktivis LSM dalam menjalankan tugas pengawasan mereka, terutama di sektor pendidikan yang menyangkut kepentingan publik.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan lanjutan dari Dinas Pendidikan Aceh mengenai polemik tersebut. Namun, sikap tegas Murthalamuddin menunjukkan bahwa ia tetap mempertahankan pendiriannya meskipun mendapat kritik luas dari berbagai pihak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.