Media Kampung – Pengakuan peserta seleksi Kopdes Manager Merah Putih menjadi viral ketika video tes online mereka hilang dan jawaban yang dipilih berubah otomatis setelah disimpan.
Video tersebut awalnya diposting di Instagram oleh seorang peserta yang baru saja menyelesaikan tes kompetensi koperasi desa. Ia mengutarakan kekecewaannya: “Aku baru selesai tes kompetensi koperasi desa. Jangan berharap banyak. Tapi gatau kenapa? Websitenya aneh banget.”
Setelah menonton video, sejumlah peserta mengaku mengalami hal serupa di tempat tes. Mereka melaporkan bahwa setelah memilih jawaban, sistem otomatis mengubah pilihan tersebut tanpa perintah mereka. Seorang peserta lain berkata, “Kita udah jawab, jawaban terasa benar, terus jawaban benar udah disimpen, tiba-tiba kursor keganti sama jawaban yang kita tidak pilih.”
Peristiwa ini terjadi pada tes potensi kognitif berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang menjadi tahap krusial bagi ribuan pelamar yang sudah melewati verifikasi berkas. Sistem CAT diklaim oleh penyelenggara sebagai platform aman dan transparan, namun keluhan teknis muncul di semua lokasi ujian, termasuk Gedung Al Kautsar dan kantor Badan Kepegawaian Daerah di Lampung.
Di Lampung, peserta Yudi mengingat awal tes berjalan lancar, namun pada subtes pertama, jawaban yang dipilih tiba-tiba berganti. Ia menambahkan, “Saya pilih jawaban A, tapi malah pindah sendiri ke D. Sudah diklik berkali-kali tetap berubah.” Saskia, peserta lain, melaporkan kesulitan mengklik beberapa soal, memaksa dia menekan tombol berulang kali agar terdeteksi.
Kesulitan teknis tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keadilan proses seleksi. Peserta menyatakan bahwa waktu terbatas membuat mereka tidak dapat memastikan jawaban sebelum sistem mengubahnya. “Ada soal yang harus diklik sampai empat atau lima kali baru masuk. Itu bikin panik karena waktunya terus jalan,” kata Saskia.
Setelah tes selesai, peserta memantau hasil melalui siaran langsung YouTube panitia. Dari ratusan peserta di sesi ketiga, kurang dari sepuluh yang mencapai ambang nilai 110. Kelemahan sistem CAT menimbulkan pertanyaan serius tentang kualitas dan transparansi penilaian.
Pihak penyelenggara belum memberikan klarifikasi resmi mengenai masalah teknis tersebut. Peserta menunggu penjelasan mengenai integritas sistem digital yang digunakan. “Aku udah ga percaya sama proses seleksinya. Jadi GWS deh Indonesia,” ujar salah satu peserta, mengekspresikan ketidakpercayaan yang mendalam.
Video tes yang semula menjadi bukti bagi banyak peserta kini hilang dari media sosial. Tidak ada rekaman resmi yang menunjukkan perubahan jawaban, sehingga menambah ketidakpastian. Penyebab hilangnya video belum dapat dipastikan, namun beberapa spekulasi menyebutkan kemungkinan penghapusan otomatis oleh platform media sosial.
Dalam konteks yang lebih luas, seleksi Kopdes Manager Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kapasitas koperasi desa. Program ini menargetkan peningkatan kualitas manajer koperasi agar dapat mendukung pembangunan ekonomi lokal. Namun, masalah teknis ini dapat merusak citra program dan menurunkan motivasi peserta.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara, namun para peserta mengharapkan klarifikasi segera. Mereka menuntut audit sistem dan peninjauan ulang hasil tes. Jika tidak ada tindakan, kemungkinan akan muncul tuntutan hukum atau penarikan kembali hasil seleksi.
Situasi ini menunjukkan pentingnya keandalan sistem digital dalam proses seleksi publik. Penggunaannya perlu diuji secara menyeluruh sebelum pelaksanaan massal. Tanpa transparansi, kepercayaan publik terhadap program pemerintah dapat menurun drastis.
Pengakuan viral ini menyoroti perlunya perbaikan teknis dan prosedural di masa depan. Penyedia platform harus memastikan tidak ada perubahan data yang tidak disengaja dan menyediakan backup bukti bagi peserta. Tanpa itu, integritas proses seleksi akan terus dipertanyakan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan