Media Kampung – Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Indonesia, mencabut jabatan dua Dirjen di Kemenkeu pada 24 April 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin eselon I.

Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu, dan Dirjen Anggaran, Luky Alfirman, resmi diberhentikan setelah penilaian kinerja menunjukkan perlunya penataan kembali.

Pengganti sementara mereka ditetapkan melalui penunjukan Pelaksana Harian (Plh), yakni Ferry Ardianto untuk mengisi posisi Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Sudarto sebagai Plh Dirjen Anggaran.

Penunjukan Plh tersebut berlaku sejak 21 April 2026 dan kedua pejabat sementara telah mulai menjalankan tugasnya di lingkungan Kementerian Keuangan.

Purbaya menegaskan bahwa rotasi jabatan eselon I merupakan proses standar yang dilakukan setiap beberapa tahun untuk menjaga dinamika dan efektivitas birokrasi.

Ia menambahkan bahwa keputusan pencopotan tidak semata‑mata didasarkan pada satu faktor, melainkan mencakup evaluasi kinerja, kebutuhan organisasi, serta upaya memperbaiki koordinasi internal.

Saat konferensi pers di BPPK Purnawarman Kampus, Jakarta Selatan, Purbaya menanggapi beredar informasi bahwa kas negara hanya cukup tiga minggu dan kemudian turun menjadi Rp120 triliun.

Ia membantah tuduhan tersebut dengan menyebut saldo anggaran lebih (SAL) tetap berada di sekitar Rp420 triliun yang tersimpan di Bank Indonesia dan bank komersial.

Purbaya juga mengkritik penyebaran data yang tidak konsisten, menyatakan bahwa perbedaan pendapat wajar, tetapi angka yang menyesatkan dapat menimbulkan persepsi keliru di publik.

Dalam sambutan yang sama, Menteri Keuangan menyinggung rumor internal yang menuduhnya tidak mampu berbahasa Inggris dan sebaiknya tidak dibawa bertemu investor.

Ia menegaskan bahwa komentar tersebut berasal dari sumber internal yang tidak faktual dan perlu diluruskan untuk menjaga citra kementerian.

Selain dua Dirjen yang dicopot, posisi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan juga masih kosong, dengan proses seleksi yang tengah berlangsung.

Purbaya menginformasikan bahwa kandidat untuk ketiga posisi eselon I tersebut akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto pada awal atau pertengahan Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa pejabat yang diberhentikan, yaitu Febrio dan Luky, akan diberikan masa istirahat sementara sambil menunggu penempatan yang sesuai dengan kompetensi mereka.

Dengan penataan internal ini, Kemenkeu berharap dapat memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, menghindari misinformasi, serta menstabilkan ekspektasi pasar dan publik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.