Media Kampung – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memulai program buyback saham pada 28 April 2026 sebagai langkah strategis untuk menstabilkan harga BBCA saham dan menegaskan kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan.
Program buyback senilai maksimal Rp5 triliun telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 12 Maret 2026, menandai komitmen pemegang saham untuk mendukung likuiditas pasar.
Pelaksanaan aksi korporasi ini dijadwalkan selama 12 bulan, dimulai 12 Maret 2026 dan berakhir pada 11 Maret 2027, dengan fleksibilitas penghentian lebih awal bila kondisi pasar atau regulasi mengharuskan.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menegaskan, “Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan wujud keyakinan kami atas fundamental bisnis Perseroan,” dalam pernyataan resmi 30 April 2026.
Perusahaan menekankan kepatuhan terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta seluruh peraturan perundang‑undangan yang berlaku, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahap pembelian kembali saham.
Manajemen menegaskan bahwa buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan atau operasional BBCA, sehingga tetap menjaga stabilitas profitabilitas dan pelayanan nasabah.
Di hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga 6.990 poin, sementara harga BBCA saham turun ke level sekitar Rp5.800 per lembar, mencerminkan tekanan pasar meski aksi buyback tengah berlangsung.
RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 72 persen dari laba bersih tahun buku 2025, menghasilkan total dividen Rp336 per saham, termasuk interim Rp55 per saham yang telah dibayarkan pada Desember 2025.
Menurut laporan keuangan 2025, BBCA mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,5 triliun, meningkat 4,9 persen secara tahunan, sementara total kredit naik 7,7 persen menjadi Rp993 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,2 persen hingga Rp1,249 triliun.
Dengan basis keuangan yang kuat, BBCA berharap aksi buyback akan meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat struktur permodalan, dan memberikan ruang bagi pertumbuhan bisnis di masa mendatang.
Saat ini, program buyback terus dipantau secara aktif, dan BCA berkomitmen untuk menyesuaikan pelaksanaannya dengan dinamika pasar demi mencapai hasil optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan