Media Kampung – Saham GOTO kembali menjadi sorotan pasar setelah mencatat laba pertama sejak kuartal sebelumnya, memicu kenaikan harga sebesar 3,7% pada sesi perdagangan terakhir.
Setelah mengalami kerugian selama dua kuartal berturut‑turut, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil membalikkan kondisi ke arah profit pada kuartal III 2026, didorong oleh pertumbuhan layanan on‑demand dan e‑commerce.
Kenaikan harga saham tersebut didukung oleh sentimen positif investor institusi yang melihat prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Berbagai analis pasar modal memberikan target harga baru untuk saham GOTO, dengan perkiraan median sebesar Rp 85 per lembar, menandakan potensi kenaikan lebih dari 20% dari level terkini.
BNI Sekuritas menempatkan GOTO dalam daftar rekomendasi saham hari ini, menyarankan posisi beli dengan level support 6.900‑7.000 dan resistance 7.100‑7.200 pada indeks IHSG.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak sideways namun cenderung melemah, sehingga level teknikal tersebut menjadi acuan utama bagi trader.
Daftar rekomendasi BNI Sekuritas meliputi BUMI, CUAN, GOTO, MEDC, BIPI, dan KIJA, dengan GOTO berada di posisi tengah dalam portofolio teknikal.
Analisis teknikal menunjukkan pola bullish pada grafik harian GOTO, menguatkan harapan bahwa harga dapat menembus resistance 7.200 dalam minggu ke depan.
Manajemen GoTo mengonfirmasi aksi pembelian saham oleh Wakil Direktur Utama, Catherine Hindra Sutjahyo, yang mengeksekusi 515.896.598 opsi saham melalui program ESOP pada 16 Maret 2026.
Transaksi tersebut menelan biaya sekitar Rp 1,031 miliar, dengan harga pelaksanaan opsi ditetapkan sebesar Rp 2 per saham sesuai ketentuan prospektus.
Pada hari yang sama, Catherine menjual 265.896.597 saham dengan harga pasar rata‑rata Rp 52 per lembar, menghasilkan penerimaan sekitar Rp 26,82 miliar.
“Tujuan penjualan adalah untuk keperluan pribadi dan keluarga,” ujar pernyataan resmi manajemen GOTO, menegaskan tidak ada hubungan dengan kebijakan korporasi.
Program ESOP dirancang untuk memberi insentif kepada karyawan, konsultan, serta jajaran direksi, dengan rentang harga pelaksanaan antara Rp 2 hingga Rp 202 per saham.
Harga pelaksanaan yang dipilih Catherine sebesar Rp 2 mencerminkan keputusan Komite Nominasi dan Remunerasi serta persetujuan Dewan Komisaris, sesuai regulasi yang berlaku.
Transaksi jual beli saham oleh eksekutif tersebut tidak menimbulkan gejolak signifikan di pasar, karena volume perdagangan harian GoTo cukup tinggi untuk menyerap aksi tersebut.
Investor tetap optimis terhadap fundamental GOTO, mengingat diversifikasi layanan digital dan ekspansi internasional yang terus berlanjut.
Pergerakan harga pada 28 April 2026 menunjukkan penutupan di Rp 55,9 per lembar, menandakan ruang bagi kenaikan lebih lanjut jika momentum tetap terjaga.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada laporan kuartal keempat dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi likuiditas serta aliran modal asing ke saham teknologi Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan