Media Kampung – Dalam momen libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta memutuskan untuk tidak mengubah tarif tiket masuk bagi para pengunjung. Kebijakan ini diambil meskipun sejumlah destinasi wisata lain menawarkan promo dan kemudahan layanan guna menarik minat wisatawan selama periode tersebut.
Kepala Humas Ragunan, Wahyudi, menjelaskan bahwa harga tiket masuk saat ini sudah sangat terjangkau bagi masyarakat umum, yakni sebesar Rp4.000 per orang. Oleh karena itu, pihak pengelola tidak menambahkan diskon atau promo khusus selama long weekend. Wahyudi menegaskan, “Tiket kami sudah sangat murah, hanya Rp4.000. Jadi tidak ada promo tambahan lagi.” Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan PRO3 RRI pada Kamis, 14 Mei 2026.
Selain itu, tarif untuk layanan buggy car yang digunakan selama wisata malam di Ragunan juga tetap dipertahankan seperti biasa. Wahyudi menilai harga yang diterapkan sudah cukup ekonomis untuk jenis layanan wisata tersebut, sehingga tidak ada penyesuaian tarif selama masa libur panjang.
Berbeda dengan Ragunan, Saloka Theme Park yang berada di Semarang justru menghadirkan promo menarik dengan program bertajuk ‘Best Day All May’. General Manager Saloka, Haryanto, menyampaikan bahwa warga Jawa Tengah yang menunjukkan KTP bisa memperoleh potongan harga sebesar Rp20.000 selama periode 4 sampai 31 Mei 2026. Dengan promo ini, harga tiket akhir pekan yang biasanya Rp150 ribu dapat dibeli dengan Rp130 ribu bagi warga lokal.
Haryanto juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan mitra seperti Samsat Jawa Tengah dan beberapa minimarket memberikan tambahan diskon bagi pengunjung yang menunjukkan bukti pembayaran pajak kendaraan atau kartu anggota minimarket tertentu. Promo ini tetap berlaku selama masa libur panjang, sebagai upaya mendukung peningkatan kunjungan wisatawan di Saloka.
Keputusan Ragunan mempertahankan tarif normal di tengah libur panjang ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang menginginkan pengalaman wisata dengan biaya terjangkau tanpa harus mencari promo khusus. Kondisi ini sekaligus menunjukkan komitmen pengelola dalam menjaga aksesibilitas tempat wisata bagi publik. Sementara itu, berbagai strategi promosi tetap dijalankan oleh destinasi lain demi menarik lebih banyak pengunjung selama masa libur panjang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan