Media KampungDFSK Indonesia resmi menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan setir kanan (RHD) global. Pabrikan asal China itu mengumumkan bahwa pabriknya di Cikande, Banten, telah mengekspor kendaraan ke lebih dari 10 negara di berbagai kawasan.

CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, menegaskan bahwa fasilitas produksi tersebut sejak awal dirancang tidak hanya untuk pasar domestik. Pabrik Cikande kini berfungsi sebagai pusat produksi kendaraan RHD untuk pasar internasional. “Strategi posisi Sokonindo adalah dari Indonesia ke internasional. Kami berbasis di Indonesia dan mengekspor RHD dari Indonesia ke dunia. Ini akan menjadi RHD plant, RHD center,” ujarnya dalam diskusi dengan media di Jakarta, Senin (15/6).

Ekspor DFSK telah berlangsung selama lebih dari 10 tahun. Menurut Alexander, kendaraan buatan Cikande telah dikirim ke Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika Utara, dan kawasan lainnya. “Selama lebih dari 10 tahun, kami sudah mengekspor dari Indonesia ke lebih dari 10 negara, Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika Utara, dan area lain yang bisa kami tindak lanjuti,” tambahnya.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa model Super Cab menjadi andalan ekspor, dengan tujuan seperti Timor Leste, Malaysia, dan Maroko. Model lain yang pernah diekspor meliputi DFSK Glory 560, 580, dan Gelora. Selain itu, ekspor DFSK juga menyasar Filipina, Brunei Darussalam, Nepal, Thailand, Hongkong, Tanzania, hingga Kepulauan Solomon.

Komitmen DFSK terhadap Indonesia juga tercermin dari investasi berkelanjutan. Perusahaan mengklaim hampir setiap kehadiran model baru selalu diikuti reinvestasi untuk menyesuaikan lini produksi. “Kami yang salah satu pertama untuk investasi di Indonesia. Kami ada pabrik tahun 2017. Hampir setiap tahun ada reinvestasi, ada upgrade. Kalau ada model baru masuk ke Indonesia, kami harus reinvestasi ke pabrik ini,” kata Franz, perwakilan DFSK.

Saat ini, DFSK tengah bersiap meluncurkan E5 Plus di Indonesia. Model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju kendaraan energi baru sekaligus memperkuat pemanfaatan fasilitas produksi lokal. Pabrik Cikande diharapkan semakin menjadi basis penting DFSK untuk pasar setir kanan global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.