Media Kampung – Perusahaan otomotif asal China, BYD, tengah mengembangkan versi terbaru dari SUV listrik kecil mereka, Atto 2, yang sudah mulai diuji coba di jalan. Model ini diprediksi akan segera diluncurkan dengan berbagai peningkatan, termasuk jangkauan baterai yang lebih besar.

Atto 2 diluncurkan di Australia pada November 2025 dengan harga terjangkau sekitar 31.990 dolar Australia, dan berhasil mencatat penjualan lebih dari 3.000 unit dalam enam bulan pertama. Versi yang dijual di Australia menggunakan penggerak roda depan (FWD), sedangkan di China mobil ini dikenal dengan nama Yuan Up dan akan hadir dengan penggerak roda belakang (RWD) serta suspensi yang ditingkatkan.

Menurut informasi dari Thinkercar di media sosial X, varian baru Atto 2 akan dilengkapi opsi teknologi LiDAR. Fitur ini memungkinkan kemampuan mengemudi otonom tingkat lanjut, serupa dengan yang digunakan pada model Seagull atau Atto 1 yang baru diluncurkan. Perubahan ini menunjukkan BYD berupaya meningkatkan performa dan fitur kendaraan mereka agar lebih kompetitif di pasar.

Jangkauan kendaraan juga mengalami peningkatan signifikan, dari 410 km dalam siklus CLTC menjadi 505 km, yang diperkirakan setara dengan lebih dari 400 km dalam siklus WLTP yang umum digunakan di Australia. Hal ini sejalan dengan tren yang terlihat pada Yuan Plus versi terbaru, yang menjadi basis untuk SUV Atto 3, kendaraan pertama BYD yang masuk pasar Australia.

BYD berencana meluncurkan model Yuan Up 2026 pada kuartal ketiga tahun ini. Mobil ini akan dibangun di atas platform RWD baru dengan sistem suspensi independen empat-link, serta sistem tiga motor listrik yang dioptimalkan dengan teknologi pengemudian cerdas dan chassis yang telah ditingkatkan. Teknologi LiDAR juga akan tersedia sebagai opsi tambahan bagi konsumen yang menginginkan fitur tersebut.

Selain itu, BYD juga mengumumkan generasi ketiga dari model Yuan Plus, yang dikenal sebagai Atto 3 di Australia, dengan harga mulai di bawah 25.000 dolar Australia hingga 31.000 dolar Australia untuk varian tertinggi. Model terbaru ini menawarkan pengisian baterai cepat dengan teknologi Flash Charging yang mampu mengisi daya dari 10% ke 70% hanya dalam 5 menit, serta penambahan kapasitas baterai yang lebih besar dan desain bodi yang diperbarui.

Teknologi baterai baru BYD menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dapat mencapai kecepatan pengisian hingga 1.500 kW pada stasiun Flash Charging miliknya, yang telah tersebar di lebih dari 292 kota di China dengan lebih dari 5.000 titik pengisian aktif hingga April 2026.

Perusahaan juga mengklaim sistem bantuan berkendara mereka mampu mengurangi tingkat kecelakaan berat hingga satu per enam dari tingkat kecelakaan yang terjadi saat kendaraan dikemudikan oleh manusia. Sistem ini telah diterapkan pada lebih dari 60 model kendaraan BYD dan hampir 3 juta unit kendaraan di seluruh dunia, dengan fitur bantuan parkir yang mampu menurunkan insiden goresan dan tabrakan kecil hingga seperlima puluh.

Menurut Yang Dongsheng, Wakil Presiden Senior BYD Group, teknologi bantuan berkendara Level 2 ini mulai dipasang secara luas sejak awal 2025 dan saat ini diaktifkan pada sebagian besar lini mobil penumpang BYD. Perusahaan melakukan pembaruan algoritma secara rutin setiap tiga hari menggunakan metode pembelajaran berbasis cloud dan simulasi data berkendara harian mencapai 190 juta kilometer.

Dengan inovasi di bidang baterai, teknologi pengisian cepat, serta sistem bantuan berkendara canggih, BYD terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam pasar kendaraan listrik global, khususnya di segmen SUV kompak yang semakin diminati konsumen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.