Media Kampung – BYD Indonesia resmi memperkenalkan M6 DM sebagai model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertama yang diproduksi secara lokal di pabrik Subang, Jawa Barat. Mobil keluarga ini siap bersaing ketat di segmen MPV elektrifikasi yang semakin berkembang di pasar otomotif Tanah Air.

Menurut Luther T. Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, BYD M6 DM telah diproduksi dan akan mulai dipasarkan pada Juni 2026. Meski belum ada pengumuman harga resmi, sumber dari tenaga penjualan BYD menyebutkan bahwa harga model ini diperkirakan dibanderol mulai Rp310 juta hingga Rp390 juta, menjadikannya salah satu MPV PHEV dengan harga paling terjangkau di Indonesia saat ini.

BYD M6 DM hadir dengan dimensi yang cukup besar di kelasnya, memiliki panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, dan wheelbase sekitar 2.800 mm. Ukuran tersebut memberikan ruang kabin yang lega, terutama untuk penumpang di baris kedua dan ketiga, sehingga cocok untuk kebutuhan keluarga. Mobil ini mengusung teknologi Dual Mode (DM) plug-in hybrid yang mengutamakan motor listrik sebagai penggerak utama dengan dukungan mesin bensin sebagai generator dan tambahan tenaga saat diperlukan.

Mesin 1.5 liter yang dipadukan dengan motor listrik EHS 5.0 mampu menghasilkan tenaga hingga 160 hp dan torsi 210 Nm. Kapasitas baterainya mencapai 18,1 kWh, memungkinkan kendaraan melaju dalam mode listrik murni hingga jarak tertentu sebelum mesin bensin mulai bekerja. BYD mengklaim efisiensi bahan bakar mencapai 65 km per liter dalam kondisi ideal dengan jarak tempuh total lebih dari 1.800 km jika tangki bensin dan baterai terisi penuh.

Dalam segmen yang sama, Toyota Veloz Hybrid menawarkan teknologi full hybrid yang tidak memerlukan pengisian daya eksternal. Sementara itu, BYD M6 DM menerapkan sistem plug-in hybrid yang memberikan sensasi berkendara ala mobil listrik dengan mode EV, series, dan parallel yang dapat berpindah secara mulus. Hal ini membedakan karakter berkendara M6 DM dari rivalnya.

Harga yang relatif terjangkau untuk sebuah MPV PHEV diperkirakan akan membuat BYD M6 DM menarik minat konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Dengan kapasitas produksi pabrik di Subang yang mampu mencapai 150.000 unit per tahun, BYD tampaknya serius menggarap pasar otomotif Indonesia yang kian kompetitif di segmen elektrifikasi.

Meski sempat bocor di jaringan dealer, BYD menegaskan bahwa harga yang beredar belum merupakan harga resmi. Luther menyatakan bahwa perusahaan akan segera mengumumkan harga secara resmi ketika produk sudah siap diluncurkan secara publik.

Dengan semua keunggulan tersebut, BYD M6 DM dapat menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang mencari MPV elektrifikasi dengan kabin luas, teknologi canggih, dan harga yang bersaing. Kehadiran model ini juga diharapkan dapat memperketat persaingan di segmen MPV hybrid dan PHEV yang selama ini didominasi oleh beberapa pemain besar seperti Toyota dan Wuling.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.