Media Kampung, Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, menjadi salah satu pahlawan Argentina saat tim juara bertahan itu mengalahkan Mesir 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan dramatis di Atlanta ini memastikan langkah Argentina ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi Swiss pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat.

Mac Allister bermain penuh dalam laga tersebut dan terlibat dalam momen krusial di menit-menit akhir. Ia dianggap tidak melanggar Hamdi Fathy di kotak penalti, yang kemudian memicu serangan balik cepat Argentina dan berujung gol kemenangan Enzo Fernandez. Keputusan wasit Prancis François Letexier yang tidak memberikan penalti untuk Mesir menuai protes keras. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi mengajukan keluhan ke FIFA, meminta investigasi dan pencopotan Letexier serta timnya dari sisa turnamen. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan menuding adanya faktor eksternal yang menguntungkan Lionel Messi dan Argentina.

Sejauh turnamen, Mac Allister telah menjadi pemain penting bagi Argentina. Ia tampil dalam setiap pertandingan kecuali laga terakhir fase grup melawan Yordania, di mana ia hanya bermain 30 menit setelah Argentina sudah memastikan lolos sebagai juara grup. Gelandang berusia 27 tahun itu menunjukkan sikap pantang menyerah yang khas, terlihat dari unggahan media sosialnya yang berisi kata-kata kasar namun mencerminkan tekad kuat tim.

Jika Argentina mampu melewati hadangan Swiss, Mac Allister baru akan bergabung dengan skuad Liverpool untuk pramusim setelah tur Amerika Serikat pada awal Agustus. Ini berarti ia akan kembali menjalani musim dengan persiapan yang tertinggal dari rekan setimnya. Namun, performa gemilangnya di Piala Dunia menjadi modal berharga bagi Liverpool di musim depan.