Media Kampung, Laga 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir diwarnai kontroversi setelah pelatih kepala Mesir, Hossam Hassan, memberikan isyarat ‘X’ kepada wasit di menit-menit akhir pertandingan. Isyarat tersebut, yang dalam panduan FIFA digunakan untuk melaporkan dugaan tindakan tidak adil, memicu ketegangan di bangku cadangan dan menjadi sorotan usai laga.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta Stadium, Georgia, Selasa (7/7/2026), Mesir sempat unggul dua gol melalui Yasser Ibrahim dan Mustafa Zico. Namun, Argentina berhasil membalikkan keadaan di menit-menit akhir melalui gol Christian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández yang mencetak gol penentu pada menit kedua tambahan waktu. Kemenangan 3-2 ini membawa Argentina melaju ke perempat final.

Para pemain dan staf pelatih Mesir memprotes wasit asal Prancis, François Letexier, setelah gol ketiga Argentina. Mereka menilai adanya pelanggaran yang tidak diberikan kepada Mesir di awal serangan tersebut. Ketegangan memuncak ketika wasit mengeluarkan kartu kuning kepada salah satu anggota staf teknis Mesir pada menit ke-98. Saat itulah Hossam Hassan mengarahkan isyarat ‘X’ ke arah wasit, sebuah gestur yang dalam beberapa kasus digunakan untuk melaporkan insiden rasisme, namun konteksnya masih belum jelas.

Manajer tim nasional Mesir, Ibrahim Hassan, yang juga saudara kandung Hossam, menjelaskan makna isyarat tersebut dalam wawancara dengan MBC Mesir 2. Ia mengatakan bahwa isyarat itu merupakan instruksi dari FIFA yang terpampang di ruang ganti, digunakan ketika seseorang ingin menyatakan diperlakukan tidak adil. Ibrahim menambahkan bahwa Hossam membuat wasit malu dengan isyarat tersebut, sehingga wasit mendekatinya, mengancamnya, dan memberi peringatan, bahkan nyaris mengusirnya dari lapangan.

Menurut Ibrahim, wasit tampak bingung harus bersikap—apakah mengikuti instruksi FIFA yang memperbolehkan isyarat tersebut, atau melampiaskan amarahnya dan mengusir Hossam. Ia juga menyoroti adanya insiden sebelum pertandingan, yaitu protes Argentina terhadap wasit asal Prancis, namun akhirnya Mesir yang menanggung akibatnya. Ibrahim menegaskan bahwa timnya tidak masalah kalah di lapangan, tetapi mereka merasa tidak diperlakukan secara adil.

Di sisi lain, kemenangan Argentina juga menegaskan dominasi Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas. Messi kini memimpin daftar top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan delapan gol dan satu assist, menggeser Kylian Mbappe yang mengoleksi tujuh gol dan dua assist. Peringkat ketiga ditempati Erling Haaland dengan tujuh gol, disusul Harry Kane dengan enam gol.

Kontroversi ini juga berdampak pada keputusan FIFA yang menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga perempat final antara Prancis dan Maroko. Penunjukan tersebut menuai sorotan karena dilakukan tak lama setelah laga kontroversial Argentina vs Mesir.

Mesir sendiri harus pulang lebih awal, namun mereka meninggalkan kesan sebagai tim yang mampu merepotkan juara bertahan. Sementara itu, Argentina melaju ke perempat final dan akan menghadapi lawan yang belum ditentukan.