Media Kampung – Senegal menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia saat debut mereka di edisi 2002. Tim asuhan Bruno Metsu berhasil mengalahkan juara bertahan Prancis dengan skor 1-0 pada laga pembuka Grup A yang berlangsung di Seoul World Cup Stadium.
Gol kemenangan dicetak oleh Papa Bouba Diop pada menit ke-30, memanfaatkan umpan dari El Hadji Diouf. Sepakan pertama Diop sempat diblok oleh kiper Fabien Barthez, namun ia berhasil menceploskan bola rebound untuk mengubah papan skor.
Prancis datang ke turnamen dengan status juara dunia 1998 dan juara Eropa 2000, namun performa mereka menurun menjelang Piala Dunia. Cedera yang dialami Zinedine Zidane menjadi pukulan besar bagi Les Bleus sebelum laga pembuka.
Di sisi lain, Senegal tampil percaya diri setelah mencapai final Piala Afrika 2002. Tim yang diperkuat banyak pemain yang bermain di liga Prancis itu menunjukkan organisasi permainan yang rapi dan serangan balik yang mematikan.
Pelatih Senegal, Bruno Metsu, menyebut kemenangan tersebut sebagai buah dari keyakinan yang dibangun sejak awal. “Itu adalah penampilan yang selama ini kami impikan dan pikirkan, dan kami benar-benar mewujudkannya di lapangan,” ucap Metsu.
El Hadji Diouf mengungkapkan suasana ruang ganti sebelum pertandingan menjadi momen penting. “Bruno Metsu masuk dan mengatakan bahwa seluruh dunia akan membicarakan kami setelah laga itu,” kata Diouf.
Pada babak kedua, Prancis mencoba merespons melalui peluang David Trezeguet dan Thierry Henry, namun pertahanan disiplin Senegal membuat juara bertahan gagal mencetak gol. Bek Prancis Frank Leboeuf mengakui timnya kalah efektif. “Kami kebobolan dari sebuah serangan balik dan Senegal tampil lebih klinis dibanding kami,” ujar Leboeuf.
Pelatih Prancis Roger Lemerre menilai lawannya menjalankan rencana pertandingan dengan sangat baik. “Mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan, sekarang tanggung jawab ada pada kami untuk merespons lebih baik,” kata Lemerre.
Kemenangan ini tidak hanya memberi Senegal tiga poin bersejarah, tetapi juga mengubah cara dunia memandang kekuatan sepak bola Afrika di panggung Piala Dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan