Media Kampung – Pemain belakang Ekuador, Piero Hincapié, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026 setelah menerima kartu merah di masa injury time saat timnya kalah 0-2 dari Meksiko pada babak 32 besar. Kartu merah tersebut bukan karena pelanggaran keras, melainkan akibat gestur menutup mulut saat berhadapan dengan pemain lawan, sebuah pelanggaran yang menjadi sorotan utama turnamen ini.

Insiden terjadi pada menit ke-90+ ketika Hincapié terlibat adu mulut dengan penyerang Meksiko, Santiago Giménez. Hincapié menutup mulutnya dengan tangan saat berbicara, yang langsung direspons oleh wasit Slavko Vinčić. Setelah berkonsultasi dengan monitor VAR, wasit memberikan kartu merah langsung kepada pemain Bayer Leverkusen tersebut. Keputusan ini tidak mengubah hasil pertandingan karena pertandingan segera berakhir setelahnya.

Aturan Baru FIFA: Larangan Menutup Mulut

Kartu merah untuk Hincapié merupakan yang kedua di Piala Dunia 2026 akibat aturan baru FIFA yang melarang pemain menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan. Aturan ini diberlakukan untuk mencegah penggunaan kata-kata rasis atau diskriminatif yang tidak dapat diverifikasi oleh wasit. Aturan ini dikenal dengan julukan “Prestianni Law”, merujuk pada insiden Gianluca Prestianni yang menutup mulut dengan jersey saat menghina Vinicius Junior di Liga Champions Februari lalu.

Sebelumnya, pemain Paraguay Miguel Almirón menjadi pemain pertama yang diusir karena aturan ini pada laga grup melawan Turki.

Tiga Kartu Merah Hincapié untuk Ekuador

Kartu merah melawan Meksiko bukanlah yang pertama bagi Hincapié bersama tim nasional. Pemain berusia 24 tahun itu telah menerima tiga kartu merah dalam karier internasionalnya:

  • Copa America 2021 (perempat final vs Argentina): Hincapié diusir setelah menjatuhkan Ángel Di María saat menjadi pemain terakhir di lini pertahanan. Wasit awalnya memberikan kartu kuning, tetapi setelah pengecekan VAR, kartu diubah menjadi merah. Ekuador kalah 0-3.
  • Kualifikasi Piala Dunia 2026 (vs Kolombia): Hincapié melanggar Jhon Córdoba dan langsung mendapat kartu merah karena menghalangi peluang mencetak gol. Meski bermain dengan 10 pemain, Ekuador menang 1-0.
  • Piala Dunia 2026 (babak 32 besar vs Meksiko): Kartu merah karena menutup mulut saat beradu argumen dengan Santiago Giménez.

Dampak Kekalahan Ekuador

Kekalahan dari Meksiko memastikan Ekuador tersingkir di babak 32 besar. Pelatih Sebastian Beccacece mengumumkan pengunduran dirinya setelah pertandingan, sesuai kontrak yang berakhir setelah turnamen. Dalam konferensi pers, Beccacece menyatakan rasa syukur dan penghargaannya kepada para pemain yang telah berjuang keras.

Meksiko sendiri melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Inggris atau Republik Demokratik Kongo di Stadion Azteca pada hari Minggu.

Aturan baru FIFA ini menuai beragam reaksi. Di satu sisi, aturan ini dianggap efektif mencegah perilaku rasis. Di sisi lain, beberapa pihak menganggapnya terlalu ketat dan berpotensi menghukum pemain secara tidak proporsional. Hincapié menjadi simbol kontroversi ini, mengingat kartu merahnya tidak mempengaruhi hasil pertandingan, tetapi tetap mencoreng catatan disiplinnya.

Dengan tiga kartu merah dalam 5 tahun, Hincapié kini menjadi salah satu pemain dengan catatan disiplin terburuk di skuad Ekuador. Meski demikian, bakatnya sebagai bek tengah tetap diakui, dan ia masih menjadi pilar utama di klubnya, Bayer Leverkusen.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.