Media Kampung – Timnas Jerman berhasil memutus kutukan panjang di Piala Dunia setelah menaklukkan Pantai Gading dengan skor 2-1 pada matchday 2 Grup E Piala Dunia 2026. Laga yang digelar di BMO Field, Toronto, Kanada, Minggu (21/6) dini hari WIB ini menjadi momentum bersejarah bagi Der Panzer.
Jerman sempat tertinggal lebih dulu setelah Franck Kessie mencetak gol pada menit ke-30. Skor 1-0 untuk Pantai Gading bertahan hingga turun minum. Sepanjang babak pertama, Jerman kesulitan menembus pertahanan solid Pantai Gading yang diperkuat kiper Yahia Fofana, yang mencatat lima penyelamatan penting.
Pelatih Julian Nagelsmann kemudian memasukkan Deniz Undav di babak kedua. Keputusan itu terbukti tepat. Undav menyamakan kedudukan pada menit ke-68, lalu mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+4. Jerman berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Akhir dari Kutukan 16 Tahun
Kemenangan ini mengakhiri kutukan yang membayangi Jerman sejak Piala Dunia 2010. Terakhir kali Jerman meraih kemenangan dalam dua laga awal Piala Dunia terjadi pada 2006 saat mengalahkan Kosta Rika (4-2) dan Polandia (1-0). Berikut catatan kutukan Jerman di Piala Dunia sebelumnya:
- Piala Dunia 2010: Menang 4-0 atas Australia, lalu kalah 0-1 dari Serbia.
- Piala Dunia 2014: Menang 4-0 atas Portugal, ditahan imbang Ghana 2-2.
- Piala Dunia 2018: Kalah 0-1 dari Meksiko, lalu menang 2-1 atas Swedia.
- Piala Dunia 2022: Kalah 1-2 dari Jepang, imbang 1-1 dengan Spanyol.
Pada Piala Dunia 2026, Jerman sukses meraih dua kemenangan beruntun: mengalahkan Curacao 7-1 dan Pantai Gading 2-1. Hasil ini memastikan langkah Jerman di babak grup semakin kokoh.
Deniz Undav Jadi Pembeda
Deniz Undav tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol di babak kedua. Pemain yang baru diturunkan sebagai pemain pengganti itu mampu mengubah jalannya pertandingan. Performa impresifnya menjadi sorotan utama setelah laga.
Dengan hasil ini, Jerman kini memimpin klasemen sementara Grup E dan berpeluang besar melaju ke babak selanjutnya. Kemenangan atas Pantai Gading tidak hanya mengakhiri kutukan, tetapi juga menunjukkan kebangkitan tim asuhan Julian Nagelsmann.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan