Media Kampung – Prancis memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Senegal di MetLife Stadium, New Jersey. Dalam laga ini, Aurélien Tchouaméni menjadi salah satu pemain kunci yang diandalkan pelatih Didier Deschamps untuk menjaga keseimbangan tim di lini tengah.
Tchouaméni beroperasi sebagai gelandang bertahan dalam formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Prancis. Ia berduet dengan Adrien Rabiot untuk memberikan perlindungan bagi lini belakang sekaligus menjadi penghubung serangan.
Peran Tchouaméni sangat penting mengingat Senegal memiliki lini tengah yang solid dengan trio Idrissa Gana Gueye, Lamine Camara, dan Pape Matar Sarr. Ketiganya dikenal disiplin secara defensif dan mampu mendukung serangan balik cepat.
Di sisi lain, Prancis mengandalkan kecepatan di sayap melalui Ousmane Dembélé, Désiré Doué, dan Michael Olise yang mendukung kapten Kylian Mbappé di lini depan. Namun, efektivitas serangan tersebut sangat bergantung pada distribusi bola dari Tchouaméni dan Rabiot.
Pada menit ke-20, Tchouaméni sempat terlibat dalam situasi sepak pojok ketika umpan Olise mengenai dirinya dan bola melambung keluar untuk tendangan gawang. Meski belum mencatatkan kontribusi langsung ke gawang, kehadirannya di lini tengah membantu Prancis menguasai penguasaan bola.
Senegal sendiri tampil agresif sejak awal. Nicolas Jackson hampir mencetak gol pada menit ke-25 setelah tembakannya membentur tiang gawang. Sementara itu, Ismaïla Sarr juga mengancam dengan tembakan dari luar kotak penalti yang masih melebar.
Laga ini menjadi ujian pertama bagi Prancis yang ingin melupakan kegagalan di final Piala Dunia 2022. Sementara Senegal, yang pernah mengejutkan Prancis pada 2002, berusaha mengulangi kejutan tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan