Media Kampung – Pertandingan pertama Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang di Dallas Stadium, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat, diprediksi berjalan sengit. Jepang datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat rekor lima pertandingan tanpa kebobolan dan permainan transisi cepat yang dimotori Takefusa Kubo. Gelandang serang berusia 24 tahun itu menjadi kunci serangan balik Jepang yang siap mengeksploitasi kelemahan pertahanan Belanda.

Jepang di bawah asuhan Hajime Moriyasu tampil solid di lini belakang dan agresif saat merebut bola. Kubo, yang bermain sebagai winger kanan dalam formasi 4-3-3, menjadi pengatur tempo serangan balik bersama Ritsu Doan dan Daizen Maeda. Kecepatan dan visi Kubo dianggap mampu membongkar pertahanan Belanda yang kerap meninggalkan ruang saat menyerang.

Belanda yang diperkuat Virgil van Dijk dan Frenkie de Jong tetap diunggulkan, namun performa inkonsisten mereka menjadi celah. Ronald Koeman memutuskan tidak menurunkan Memphis Depay sebagai starter, dan dua pemain bintang lainnya tidak disertakan dalam skuad. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya mengenai daya gedor Oranje.

Dalam sejarah, Belanda pernah mengalahkan Jepang di Piala Dunia 2010. Namun, Jepang kini dianggap sebagai kuda hitam yang mampu mengejutkan, setelah sebelumnya menumbangkan Jerman dan Spanyol di turnamen sebelumnya. Kemenangan atas Belanda akan menjadi langkah besar bagi Jepang untuk lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya di Piala Dunia.

Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Kubo, yang disebut-sebut sebagai pemain kunci Jepang. Ia akan berhadapan langsung dengan bek tengah Belanda yang tangguh. Duel antara Kubo dan Van Dijk diprediksi menjadi salah satu fokus utama laga.

Dengan dukungan suporter di Dallas, Jepang optimistis bisa meraih hasil positif. Belanda pun waspada dan tidak meremehkan lawan. Laga ini diprediksi berlangsung ketat hingga akhir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.