Media Kampung – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyambut gembira kepastian kehadiran Iran di Piala Dunia 2026. Menurutnya, partisipasi Iran memperkuat nilai persatuan dalam kompetisi sepak bola dunia empat tahunan tersebut.
Infantino mengungkapkan bahwa dirinya terus berupaya meyakinkan Iran sejak laga persahabatan di Antalya, Turki, pada Maret 2025. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen FIFA untuk memastikan seluruh tim nasional mendapat kesempatan yang sama di Piala Dunia tanpa pengecualian.
“FIFA menegaskan bahwa negara peserta harus mendapatkan kesempatan yang sama di Piala Dunia tanpa pengecualian,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026. “FIFA juga berharap seluruh pertandingan berjalan dalam suasana aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas sepak bola dunia.”
Pria berusia 56 tahun itu mengapresiasi keputusan Iran untuk tetap tampil meskipun berada dalam situasi geopolitik yang kompleks. Menurut Infantino, sepak bola harus menjadi ruang yang mempersatukan semua negara tanpa memandang perbedaan politik.
Sebelumnya, Timnas Iran sempat mengancam akan menghentikan keikutsertaannya di Piala Dunia 2026 apabila terjadi provokasi politik di dalam stadion, baik dalam bentuk nyanyian maupun slogan yang dianggap menyerang Tim Melli saat pertandingan berlangsung.
“Kami telah memberi tahu FIFA agar tidak ada bendera atau slogan yang menyerang tim nasional kami,” ujar Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali. “Jika mereka meneriaki kami, manajer tim tentu akan bertanggung jawab untuk menghentikan pertandingan.”
Iran tergabung di Grup G dan dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), pada 15 Juni 2026. Setelah itu, Tim Melli akan kembali bermain di kota yang sama melawan Belgia pada 21 Juni 2026.
Piala Dunia 2026 akan dimulai pada Jumat, 12 Juni 2026 dini hari WIB. Ajang sepak bola dunia tersebut akan mempertemukan negara-negara peserta terbaik dari berbagai penjuru dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan