Media Kampung – Manchester City semakin dekat dengan transfer gelandang muda Lille, Ayyoub Bouaddi. Klub Premier League itu dikabarkan hampir memenuhi banderol €100 juta (sekitar £85 juta) yang dipasang Lille. Kesepakatan tinggal menunggu detail akhir, menjadikan Bouaddi sebagai remaja termahal dalam sejarah sepak bola jika transfer rampung.
Pemain berusia 18 tahun ini menjadi sorotan setelah tampil gemilang bersama Maroko di Piala Dunia 2026. Performanya memicu persaingan ketat antar klub elite Eropa, termasuk Arsenal, Liverpool, Manchester United, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain. Namun, City berada di posisi terdepan berkat proyek yang ditawarkan.
Menurut laporan dari The Athletic dan TeamTalk, City awalnya mempertimbangkan meminjamkan Bouaddi kembali ke Lille. Namun, pelatih Enzo Maresca ingin pemain itu langsung bergabung dengan tim utama musim depan. Keputusan ini menjadi faktor kunci yang meyakinkan Bouaddi untuk pindah ke Etihad Stadium.
Profil Ayyoub Bouaddi: Gelandang dengan Kontrol dan Ketenangan
Bouaddi bukan sekadar talenta mentah. Ia memiliki kemampuan membaca permainan yang matang di usianya. Di Piala Dunia 2026, ia tampil percaya diri melawan lini tengah Brasil yang diisi Bruno Guimaraes dan Casemiro. Ia mencatat 87 sentuhan, tertinggi di tim Maroko, dan menunjukkan ketenangan dalam mengatur ritme permainan.
Dengan tinggi 186 cm, Bouaddi menggunakan postur tubuhnya untuk melindungi bola, ditambah kontrol ketat dan perubahan arah yang tajam. Rata-rata 1,2 dribel per pertandingan musim lalu menempatkannya di peringkat kelima terbanyak di antara gelandang bertahan lima liga top Eropa. Kemampuan ini membuatnya efektif keluar dari tekanan lawan.
Meski memiliki momen spektakuler, seperti umpan luar kaki untuk gol Jonathan David ke gawang Feyenoord di Liga Champions 2024/25, Bouaddi cenderung memilih opsi aman. Ia mengutamakan umpan cepat dan sederhana untuk menjaga penguasaan bola. Pendekatan ini mencerminkan kedewasaan posisional yang langka di usianya.
Kelebihan dan Kelemahan
Bouaddi juga unggul dalam merebut bola. Ia berada di persentil ke-92 untuk recovery bola lepas di antara gelandang liga top Eropa musim lalu. Ia agresif dalam tekel dan pandai membaca arah serangan lawan.
Namun, ia masih memiliki kelemahan. Umpan progresifnya terkadang kurang akurat. Di Piala Dunia, ia hanya menyelesaikan sekitar dua pertiga umpan ke depan. Ia juga kehilangan bola empat kali per pertandingan di sepertiga pertahanan sendiri, angka yang perlu diperbaiki untuk bermain di level tertinggi.
Meski begitu, usianya masih sangat muda. Kesalahan-kesalahan itu dianggap sebagai bagian dari proses pembelajaran. City yakin Bouaddi bisa berkembang menjadi gelandang elite dengan bimbingan Rodri, salah satu gelandang bertahan terbaik dunia.
Dampak Transfer bagi Manchester City
Perekrutan Bouaddi menandai pergeseran strategi City. Klub mulai membangun generasi lini tengah baru yang lebih muda, energik, dan teknis. Nama Elliot Anderson juga disebut sebagai bagian dari rencana ini. Duo Bouaddi dan Anderson diharapkan menjadi fondasi lini tengah City dalam satu dekade ke depan.
Keputusan City untuk tidak mengejar gelandang lain seperti Sandro Tonali atau Bruno Guimaraes menunjukkan keyakinan tinggi pada potensi Bouaddi. Jika transfer jadi terlaksana, City tidak hanya mendapatkan pemain, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mempertahankan dominasi mereka.














