Media Kampung – Chelsea dikabarkan telah mencapai kesepakatan transfer dengan Aston Villa untuk mendatangkan Morgan Rogers dengan biaya 117 juta poundsterling (sekitar Rp2,8 triliun). Nilai tersebut menjadikannya pemain termahal asal Inggris sepanjang sejarah, sekaligus memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola.

Transfer ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Rogers membela Timnas Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Meski musim lalu ia mencatatkan 14 gol dan 12 assist dalam 55 penampilan di semua kompetisi, banyak pihak menilai harga tersebut tidak proporsional.

Baca juga:

Reaksi Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic, penasihat khusus AC Milan yang juga menjadi pakar sepak bola di Fox Sports, secara terbuka mengkritik deal ini. “Mereka harus segera menghentikan ini, tidak setiap pemain bernilai 100 juta poundsterling. Jujur saja, ini sudah di luar kendali,” ujarnya dikutip dari Football Italia.

Kontroversi di Balik Transfer

Keputusan Rogers bergabung dengan Chelsea juga dipertanyakan. Musim lalu, Chelsea finis di peringkat ke-10 Liga Inggris, tanpa tiket ke kompetisi Eropa. Sementara Aston Villa finis di posisi keempat dan akan bermain di Liga Champions. Banyak yang menilai langkah ini sebagai kemunduran karier bagi Rogers.

Baca juga:

Selain itu, Arsenal yang merupakan juara Premier League musim lalu juga dikabarkan tertarik, namun kalah cepat dari Chelsea. Situasi ini memicu kritik bahwa sistem transfer di Liga Inggris sudah tidak sehat.

Dampak pada Chelsea dan Aston Villa

Bagi Chelsea, kedatangan Rogers menjadi sinyal ambisi besar di bawah pelatih baru Xabi Alonso. Namun, keputusan mengeluarkan dana sebesar itu untuk pemain yang belum terbukti di level tertinggi dianggap berisiko. Sementara Aston Villa kehilangan salah satu pemain kuncinya di tengah tekanan regulasi keuangan (PSR).

Baca juga:

Transfer ini juga memicu spekulasi bahwa Arsenal akan beralih ke target lain, termasuk John Stones yang baru saja habis kontraknya dengan Manchester City.

Morgan Rogers dijadwalkan menyelesaikan transfer setelah kembali dari Amerika Serikat usai membela Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.