Media Kampung – Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, dengan tegas menolak perbandingan antara bintang mudanya, Lamine Yamal, dengan legenda sepak bola Lionel Messi atau Diego Maradona. Menurutnya, membandingkan Yamal dengan dua ikon tersebut adalah sebuah kesalahan besar yang justru bisa memberikan tekanan tidak perlu pada pemain berusia 18 tahun itu.
“Akan menjadi sebuah kesalahan untuk membandingkan (Yamal) dengan siapa pun,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers jelang laga Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026, dikutip dari ESPN. “Dia berusia 18 tahun, dalam proses perkembangan, pematangan. Kita harus membiarkannya mengikuti jalannya sendiri.”
Tekanan Publik dan Cedera Yamal
Perbandingan dengan Messi dan Maradona muncul setelah Spanyol ditahan imbang 0-0 oleh Cape Verde di laga pembuka grup H. Yamal yang baru pulih dari cedera otot dimasukkan pada menit ke-71, namun belum mampu membawa kemenangan. Publik dan media Spanyol pun mulai menyorot peran krusial Yamal yang dianggap belum maksimal.
De la Fuente mengakui bahwa Yamal memiliki bakat luar biasa. “Pemain-pemain jenis ini, yang memiliki sesuatu yang berbeda, sudah siap untuk menghadapinya. Mereka adalah sosok jenius, seperti Salvador Dali, atau Michelangelo. Apa yang tampak luar biasa bagi kita, tidak bagi mereka,” pujinya.
Atmosfer Tim yang Sehat
Meski perhatian besar tertuju pada Yamal, De la Fuente memastikan tidak ada kecemburuan di ruang ganti. “Kami memiliki atmosfer yang sehat. Kami semua tahu betapa pentingnya semua pemain. Kami memahami peran Lamine dengan sempurna dan begitu pula rekan satu timnya,” urainya.
Kesiapan Yamal Melawan Arab Saudi
Menjelang laga kedua grup H kontra Arab Saudi di Atlanta Stadium, Minggu (21/6) pukul 23.00 WIB, De la Fuente masih merahasiakan apakah Yamal akan menjadi starter. “Kami akan mengevaluasinya. Berita terbaiknya adalah dia ada di sini. Lamine berada dalam momen yang bagus. Apakah dia bermain 55, 58, atau 63 menit, itu akan tergantung pada pertandingan,” jelasnya.
De la Fuente juga menegaskan bahwa timnya tidak panik meski mendapat kritik tajam. “Tim ini merasa tersengat, dan terkadang, kritik itu memotivasi. Para pemain memang membaca banyak hal, mereka marah, dan pastinya besok pertandingan akan sangat berbeda,” tutupnya penuh keyakinan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan