Media KampungI.League akan menerapkan aturan baru untuk kompetisi Super League musim 2026/27. Seluruh klub peserta wajib memiliki pelatih lokal dalam jajaran staf kepelatihan teknis. Regulasi ini diumumkan oleh Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, dalam pertemuan dengan media di Kantor I.League, Jumat (19/6).

“Ada satu catatan yang kami sampaikan kepada seluruh klub Super League, yaitu dalam struktur kepelatihan teknis harus terdapat unsur pelatih lokal,” ujar Asep. Ia menegaskan bahwa jika pelatih kepala berasal dari luar negeri, setidaknya salah satu asisten pelatih harus merupakan pelatih lokal.

Aturan ini mensyaratkan pelatih lokal minimal menjadi asisten pelatih, bukan pelatih kiper atau pelatih fisik. “Apabila sebuah tim memiliki pelatih kepala asing dan dua asisten pelatih asing, sementara tidak ada pelatih lokal dalam jajaran kepelatihan teknis, maka kondisi tersebut tidak memenuhi ketentuan,” jelas Asep.

Namun, jika pelatih kepala merupakan pelatih lokal Indonesia, klub diperbolehkan memiliki jajaran asisten pelatih yang seluruhnya diisi pelatih asing. Terkait persyaratan lisensi, tidak ada perubahan dari musim-musim sebelumnya. “Standarnya tetap sama, yakni harus memiliki lisensi AFC Pro atau yang setara,” kata Asep.

Aturan ini diharapkan dapat meningkatkan peran dan pengembangan pelatih lokal di kompetisi tertinggi Indonesia. Klub-klub Super League pun harus mulai menyesuaikan struktur kepelatihan mereka sebelum musim depan bergulir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.