Media Kampung – Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan bahwa proses naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery untuk memperkuat Timnas Indonesia masih dalam tahap evaluasi dan belum final. Kedua pemain keturunan Indonesia ini telah mengikuti sesi latihan bersama skuad Garuda sebagai bagian dari pemantauan kualitas oleh tim pelatih yang dipimpin John Herdman.

Mitchell Baker dan Luke Vickery mulai bergabung dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia sejak akhir Mei 2026 sebagai persiapan menghadapi Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik. Mitchell saat ini bermain di Major League Soccer (MLS) bersama Colorado Rapids, sedangkan Luke berkarier di Liga Australia bersama Macarthur FC.

Sumardji menjelaskan bahwa pemanggilan kedua pemain tersebut bukan jaminan otomatis mereka akan mendapatkan paspor Indonesia dan resmi memperkuat Timnas. Proses naturalisasi masih berjalan dan keputusan akhir akan sangat bergantung pada penilaian teknis, fisik, dan karakter yang dilakukan selama latihan.

“Ini masih proses, kami ingin melihat perkembangan mereka dalam beberapa hari latihan ini. Jika sesuai dengan harapan pelatih, proses naturalisasi bisa dipercepat,” ujar Sumardji. Usia muda dan postur ideal kedua pemain, dengan tinggi di atas 180 sentimeter, menjadi nilai tambah dalam pencarian talenta jangka panjang bagi Timnas Indonesia.

Pelatih John Herdman sendiri menginginkan untuk melihat langsung kemampuan Mitchell dan Luke sebelum memberikan rekomendasi terkait naturalisasi. PSSI dan BTN berupaya memastikan bahwa langkah ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan teknis tim dan tidak semata-mata berdasarkan latar belakang keturunan.

Sumardji juga menegaskan bahwa meskipun ada sorotan dari berbagai pihak, keputusan akhir tetap mengacu pada kebutuhan tim dan hasil evaluasi pelatih. Oleh karena itu, belum ada target waktu pasti kapan naturalisasi kedua pemain ini akan selesai.

Dengan demikian, nasib Mitchell Baker dan Luke Vickery sebagai bagian dari Timnas Indonesia masih menunggu proses dan persetujuan dari pelatih serta badan terkait, sambil terus dipantau melalui sesi latihan yang sedang berjalan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.