Media Kampung – Agung Podomoro Land Cup resmi menjadi ajang kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, mengundang akademi dan sekolah sepak bola (SSB) dari seluruh Indonesia.
Turnamen akan digelar pada 5–7 Juni 2026 di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Jakarta, menandai pertama kalinya kualifikasi Asia Tenggara diselenggarakan di tanah air.
Format kompetisi adalah sepak bola 7 lawan 7, dengan masing‑masing tim berkesempatan memainkan enam pertandingan dalam tiga hari berturut‑turut.
Sejumlah 24 tim, termasuk klub‑klub lokal dan perwakilan asing, akan bersaing untuk mendapatkan tiket resmi ke Chiba, Jepang, pada Agustus 2026.
Tim yang berhasil lolos akan menerima paket lengkap berupa tiket pesawat pulang‑pergi Jakarta‑Tokyo, akomodasi, konsumsi, serta transportasi domestik untuk 18 pemain dan 5 ofisial.
Penyelenggaraan di Indonesia memberikan akses lebih dekat bagi akademi dan SSB untuk mengukur kualitas pemain di level regional dan menyiapkan mereka ke panggung internasional.
“Kami membayangkan turnamen ini sebagai panggung global di mana para pemain muda berkembang tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai individu,” kata Mitsuru Hamada, Presiden dan CEO Amazing Sports Lab Japan Inc. & NARA CLUB.
Junior Soccer World Challenge dikenal sebagai salah satu turnamen usia muda paling prestisius di Asia, rutin menampilkan akademi klub‑klub top dunia.
Peserta harus berusia kelahiran 1 Januari 2014 hingga 31 Desember 2015, dengan biaya pendaftaran USD250 per tim, mencakup semua kebutuhan operasional selama kompetisi.
Beberapa alumni yang pernah berkompetisi di ajang serupa, seperti Lamine Yamal, Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, dan Xavi Simons, kini menjadi bintang di level profesional.
Klub‑klub besar Eropa termasuk FC Barcelona, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal juga turut mengirim perwakilan, menambah tingkat persaingan dan eksposur bagi pemain Indonesia.
Diharapkan kehadiran kualifikasi ini akan memotivasi lebih banyak talenta muda Indonesia untuk menembus level internasional dan memperkuat citra sepak bola nasional.
Setiap pertandingan terdiri dari dua babak masing‑masing 15 menit, dengan istirahat singkat, memastikan intensitas tinggi dan pengalaman kompetitif yang relevan.
Sistem kompetisi mengkombinasikan fase grup dan babak gugur, memungkinkan tim menunjukkan konsistensi serta kemampuan mengatasi tekanan pada fase eliminasi.
Panitia berkomitmen menyediakan fasilitas medis, tim wasit bersertifikat AFC, serta standar keamanan yang sesuai dengan regulasi internasional.
Selain kompetisi, agenda juga mencakup workshop teknik dan mental bersama pelatih asal Jepang, memberikan nilai tambah edukatif bagi peserta.
Pendaftaran resmi dibuka pada awal April 2026, dan hingga kini telah tercatat lebih dari 150 akademi mengajukan permohonan, menandakan antusiasme tinggi.
Organisasi penyelenggara menegaskan bahwa pemenang tidak hanya memperoleh tiket ke Jepang, tetapi juga peluang jaringan dengan klub‑klub global untuk pengembangan karier pemain.
Dengan Agung Podomoro Land Cup menjadi gerbang ke Junior Soccer World Challenge, Indonesia memperkuat posisi sebagai tuan rumah kompetisi sepak bola usia dini di kawasan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan