Media Kampung – Berita terkini klasemen Liga 1 2025/2026 menyoroti penunjukan Kas Hartadi sebagai pelatih PSIS serta dampak dua laga superberat yang menegangkan pada posisi klub di puncak dan zona degradasi menjelang pekan akhir musim.

PSIS Semarang resmi mengumumkan Kas Hartadi sebagai pelatih kepala kelima pada musim ini, menggantikan sosok sebelumnya yang mengakhiri kontrak setelah serangkaian hasil kurang memuaskan.

“Kami optimis dengan kehadiran Kas Hartadi, karena pengalaman taktiknya dapat mengangkat performa tim,” kata Direktur PSIS dalam konferensi pers di Stadion Jatidiri, Semarang, pada 21 April 2026.

Laga pertama setelah penunjukan melawan Persija Jakarta berakhir imbang 1-1, sementara pertandingan berikutnya melawan Bhayangkara FC berujung kemenangan tipis 2-1 yang menambah tiga poin penting bagi PSIS.

Hasil tersebut menempatkan PSIS pada urutan keempat klasemen, selisih tiga poin dari pemuncak tabel yang saat ini dipegang oleh Persib Bandung.

Di sisi lain, Bhayangkara FC menolak dipandang remeh meski peringkatnya turun, dengan pelatih Paul Munster menegaskan tim tidak akan meremehkan lawan seperti Persis Solo yang berada di zona degradasi.

“Kami tetap fokus pada pertandingan, bukan posisi klasemen,” ujar Munster dalam pernyataan kepada media, menekankan pentingnya konsistensi di setiap laga.

Persija Jakarta, yang berada di posisi kedua, mencatat dua kemenangan beruntun melawan Dewa United dan Persik Kediri, menambah enam poin dan memperlebar jarak dengan pemuncak.

Statistik gol menunjukkan Persija mencetak rata-rata 1,8 gol per pertandingan, sementara pertahanan mereka mencatat kebobolan hanya 0,9 gol per laga.

Persib Bandung, pemuncak sementara, tetap unggul berkat kemenangan 3-0 atas PSM Makassar dan 2-0 melawan Arema FC, yang menambah total 12 poin dalam lima laga terakhir.

Namun, Persib juga mengalami tekanan setelah insiden kekerasan di EPA U-20 yang melibatkan pemain muda, memicu perdebatan tentang disiplin di liga.

Tim lain seperti Persebaya Surabaya dan Bali United berada di zona tengah klasemen, masing-masing mengincar tempat di zona AFC Cup dengan selisih poin yang tipis.

Persebaya mencatat empat kemenangan, dua seri, dan satu kekalahan dalam enam pertandingan terakhir, sementara Bali United mengandalkan serangan cepat yang menghasilkan tujuh gol dalam tiga laga terakhir.

Dengan sisa lima pekan pertandingan, persaingan untuk tiga tempat lolos AFC Cup diprediksi akan semakin sengit, khususnya antara Persija, Persib, dan PSIS yang kini menambah tekanan pada pemuncak.

Pengamat sepak bola, Dedi Setiadi, menilai bahwa penunjukan pelatih baru di PSIS dapat menjadi faktor penentu jika mereka mampu mempertahankan performa defensif yang kini lebih solid.

“Jika Kas Hartadi berhasil menstabilkan lini belakang, PSIS berpotensi menembus zona Asia,” kata Dedi dalam analisisnya di program televisi nasional.

Menjelang pekan ke-30, liga tetap terbuka dengan tiga klub di zona degradasi—Persis Solo, Dewa United, dan Persijap Jepara—berjuang keras untuk menghindari turun ke divisi bawah.

Secara keseluruhan, klasemen Liga 1 2025/2026 mencerminkan dinamika kompetitif yang tinggi, dimana perubahan pelatih, hasil laga penting, dan isu disiplin menjadi elemen kunci dalam pergerakan posisi tiap klub.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.