Media Kampung – 13 April 2026 | Gelandang Ajax Amsterdam, Maarten Paes, berhasil mengamankan clean sheet pada laga melawan PEC Zwolle yang berakhir dengan skor 0-0 pada pekan ke-13 Eredivisie 2026.
Pertandingan berlangsung di Stadion MAC di Zwolle pada 4 April 2026, di mana Paes melakukan tiga penyelamatan penting dalam 90 menit.
Statistik resmi menunjukkan Paes berhasil menahan tiga tembakan lawan, termasuk satu serangan berbahaya yang hampir masuk gawang.
Namun, pencapaian tersebut tak menghilangkan sorotan tajam atas distribusi bola yang masih dianggap lemah oleh pengamat Belanda.
Valentijn Driessen, jurnalis dan pundit sepak bola, menilai bahwa Paes masih belum menyamai kualitas distribusi mantan kiper Ajax, Remko Pasveer.
“Pasveer lebih baik dalam mengatur serangan dari belakang, meskipun usianya jauh di atas Paes,” ujar Driessen dalam konferensi pers Kick-Off Eredivisie.
Pasveer, yang kini bergabung dengan Heracles Almelo, sebelumnya menjadi alasan utama Ajax merekrut Paes dari FC Dallas dengan biaya satu juta euro.
Transfer tersebut sempat menimbulkan ekspektasi tinggi, mengingat Paes tampil impresif di Major League Soccer.
Selama pertandingan melawan PEC Zwolle, Paes hanya menyelesaikan 22 operan pendek dari 33 percobaan dan empat umpan panjang dari 15 kesempatan.
Angka tersebut menempatkan Paes di bawah rata-rata keeper Eredivisie dalam hal akurasi distribusi bola.
Meski demikian, Paes mencatat rating 8,0 dari platform statistik FOTMOB, menandakan penampilan individu yang kuat di area pertahanan.
Pengamat menekankan bahwa rating tinggi tersebut didominasi oleh kemampuan refleks dan positioning Paes di dalam kotak.
Ajax sendiri tetap berada di urutan empat klasemen, dengan selisih tiga poin dari posisi terdepan.
Kemenangan tipis 1-2 melawan Twente sebelumnya menambah tekanan pada lini belakang, membuat clean sheet melawan Zwolle menjadi nilai plus.
Tim asisten pelatih Ajax menegaskan bahwa perbaikan distribusi bola menjadi fokus latihan harian minggu ini.
“Kami akan bekerja intensif pada permainan bola pendek dan umpan panjang agar Paes dapat lebih berkontribusi dalam transisi serangan,” kata asisten pelatih.
Sementara itu, Remko Pasveer, yang kini memperkuat Heracles Almelo, mencatat tiga gol kebobolan dalam laga melawan mantan klubnya, PEC Zwolle.
Perbandingan tersebut memperkuat argumen Driessen bahwa pengalaman Pasveer di level tertinggi tetap menjadi aset penting bagi tim manapun.
Pasveer berusia empat puluhan tahun, namun konsistensinya dalam mengorganisir lini belakang tetap tinggi, menurut data statistik Eredivisie 2025/2026.
Ajax diperkirakan akan mengandalkan Paes dalam pertandingan selanjutnya melawan Feyenoord pada pekan ke-14.
Jika Paes dapat meningkatkan akurasi operan, ia berpotensi menjadi salah satu kiper paling andal di liga ini.
Para pendukung Ajax menantikan penampilan lanjutan Paes, terutama dalam menghadapi serangan cepat tim lawan.
Keputusan teknis pelatih Ajax untuk tetap menurunkan Paes di lini pertama menunjukkan kepercayaan penuh terhadap kemampuan pertahanan utama tim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan