Media Kampung – Timnas Norwegia menunjukkan kekuatan lini serang yang tangguh dengan mengalahkan Swedia 3-1 dalam laga uji coba persiapan Piala Dunia 2026 di Stadion Ullevaal, Oslo, Selasa dini hari WIB. Kemenangan ini diraih meski tanpa kehadiran striker utama mereka, Erling Haaland, yang sengaja diistirahatkan oleh tim pelatih untuk menjaga kebugaran menjelang turnamen.

Norwegia langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Jorgen Strand Larsen menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol pada menit ke-9 dan sebelum turun minum melalui sundulan terarah. Antonio Nusa menambah keunggulan menjadi 3-0 dengan tembakan keras yang tak mampu diantisipasi kiper Swedia Jacob Widell Zetterstrom.

Swedia baru mampu memberikan perlawanan pada babak kedua setelah pelatih memasukkan penyerang Liverpool Alexander Isak pada menit ke-62. Isak berhasil memperkecil skor menjadi 1-3 lewat tembakan akurat dari sisi kiri kotak penalti, namun gol itu tak cukup menyelamatkan Swedia dari kekalahan telak.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Norwegia yang tergabung di Grup I Piala Dunia 2026 bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Sementara Swedia akan bertarung di Grup F menghadapi Belanda, Jepang, dan Tunisia.

Absennya Haaland bukan karena cedera, melainkan keputusan taktis untuk menjaga stamina pemain bintang Manchester City tersebut menjelang jadwal padat di Piala Dunia. Kesempatan tampil diberikan kepada Alexander Sorloth dan Jorgen Strand Larsen sebagai ujung tombak lini depan.

Dengan kemenangan ini, Norwegia memperpanjang catatan positif mereka menjadi 12 kemenangan dari 15 pertandingan terakhir. Setelah laga ini, skuad Norwegia akan segera bertolak ke Amerika Serikat untuk adaptasi cuaca dan penyempurnaan taktik menjelang Piala Dunia.

Selain persiapan tim, dunia sepak bola juga menyambut aturan baru FIFA 2026 yang memungkinkan wasit membatalkan gol dari situasi bola mati apabila terjadi pelanggaran sebelum bola dimainkan. Kepala Wasit FIFA Pierluigi Collina menegaskan gol seperti itu dianggap tidak adil dan harus dibatalkan, mengikuti praktik yang sudah sering diterapkan di Liga Inggris.

Aturan ini diharapkan dapat meningkatkan keadilan dalam pertandingan, menghindari keuntungan tidak sah yang selama ini kadang dimanfaatkan oleh beberapa tim, termasuk dalam laga persahabatan internasional seperti Inggris melawan Uruguay.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.