Media Kampung – Indonesia berhasil memastikan 12 wakilnya lolos ke Kejuaraan Dunia BWF 2026, dengan kehadiran beberapa debutan seperti Thalita Ramadhani Wiryawan dan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Namun, salah satu pebulutangkis andalan, Gregoria Mariska Tunjung, memutuskan menolak undangan untuk mengikuti turnamen ini.

Kejuaraan Dunia BWF 2026 menggunakan sistem undangan yang berbeda dari turnamen biasa, di mana peserta ditentukan tidak hanya berdasarkan peringkat dunia, melainkan juga mempertimbangkan pemerataan perwakilan negara. Setiap sektor tunggal putra dan putri diikuti maksimal 64 pemain, sementara sektor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran diisi maksimal 48 pasangan. Indonesia berhak mengirimkan wakil terbanyak sesuai peraturan tersebut, dengan total 12 atlet yang telah dipastikan lolos.

Gregoria memilih untuk absen dari Kejuaraan Dunia BWF 2026, sehingga posisinya digantikan oleh Thalita Ramadhani Wiryawan yang akan melakukan debutnya di ajang internasional bergengsi ini. Selain Thalita, pasangan ganda putra Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin juga mencatatkan debut mereka, menambah harapan baru bagi skuad Indonesia. Raymond/Joaquin sebelumnya menunjukkan performa menjanjikan, salah satunya dengan kemenangan di babak awal Orleans Masters 2026 atas wakil Singapura.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menegaskan bahwa pengiriman 12 wakil ini merupakan hasil seleksi ketat berdasarkan ranking dunia per 28 April 2026, sekaligus bagian dari strategi regenerasi pemain untuk menjaga prestasi Indonesia di level dunia. Keputusan Gregoria menolak undangan dipahami sebagai bagian dari pertimbangan pribadi dan strategi jangka panjang, sementara kehadiran para debutan diharapkan dapat membawa semangat baru.

Debut Raymond/Joaquin menjadi sorotan tersendiri karena keduanya masih muda dan menunjukkan potensi besar di sektor ganda putra. Meski demikian, mereka harus menghadapi tantangan berat di berbagai turnamen, termasuk Singapore Open 2026 yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium pada 26-31 Mei. Raymond/Joaquin bahkan absen di Singapore Open karena masalah cedera lutut yang dialami Raymond, sehingga fokus pemulihan menjadi prioritas utama.

Selain itu, pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja melakukan comeback di Singapore Open 2026 setelah absen panjang akibat cedera lutut Rehan. Kembalinya mereka diharapkan dapat memperkuat skuad Indonesia sekaligus menuntaskan target yang sempat tertunda. Rehan menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diterimanya selama masa pemulihan dan bertekad menikmati setiap pertandingan tanpa tekanan berlebihan.

Skuad Indonesia menghadapi jalur yang cukup berat di Singapore Open 2026 dengan undian yang menempatkan sejumlah pemain harus berhadapan dengan unggulan dunia dari negara-negara kuat seperti Cina, Jepang, dan Korea Selatan sejak babak awal. Manajemen tim nasional fokus pada persiapan fisik dan mental pemain agar mampu bersaing ketat di turnamen BWF Super 750 ini.

Dengan keberhasilan memastikan 12 wakil ke Kejuaraan Dunia BWF 2026, Indonesia tetap optimis mempertahankan tradisi kuat di dunia bulutangkis internasional. Kehadiran pemain muda dan debutan menjadi harapan untuk masa depan, sementara pebulutangkis senior diharapkan memberikan pengalaman dan stabilitas di momen-momen krusial. Kejuaraan Dunia BWF 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi seluruh wakil Indonesia dalam mempertahankan prestasi di kancah dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.