Media KampungPersis Solo resmi terdegradasi ke Liga 2 setelah menutup musim BRI Super League 2025/26 di peringkat ke-16 dengan 34 poin, meski berhasil meraih kemenangan pada laga terakhir. Pelatih Milomir Seslija menyampaikan rasa kecewa yang mendalam karena menurutnya timnya tidak layak turun kasta.

Dalam pertandingan pamungkas yang berlangsung di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (23/5), Persis Solo mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 3-1. Gol-gol dari Jefferson de Souza, Miroslav Maricic, dan Dejan Tumbas mengamankan kemenangan bagi Laskar Sambernyawa. Namun, hasil positif tersebut tidak cukup menyelamatkan Persis dari degradasi karena Madura United berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0, sehingga Persis kalah dalam perhitungan head-to-head dan harus turun kasta.

Milomir Seslija menilai penampilan anak asuhnya cukup baik terutama di babak pertama, meski sempat kehilangan fokus pada babak kedua. “Kami menghadapi Persita yang bermain terorganisir dan disiplin. Babak pertama kami bermain dengan baik, namun di babak kedua sempat kehilangan konsentrasi setelah beberapa perubahan, sehingga kebobolan. Tapi kami masih mampu menambah gol,” ujar Seslija usai pertandingan.

Pelatih asal Bosnia tersebut juga menegaskan bahwa Persis Solo sebenarnya memiliki segala potensi untuk bertahan di Liga 1. Menurutnya, Solo memiliki fasilitas lengkap dan dukungan suporter yang luar biasa. “Menurut saya, Persis tidak pantas turun divisi karena Solo punya segalanya seperti fasilitas yang baik dan suporter yang fantastis,” kata Milomir.

Meski begitu, Seslija mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, ofisial, dan manajemen atas kerja keras mereka sepanjang musim. Ia berharap Persis dapat segera bangkit dan kembali ke kasta tertinggi secepat mungkin. “Saya yakin Persis dengan pelajaran ini bisa tumbuh dan berkembang lebih baik serta menjadi lebih kuat,” tambahnya.

Situasi ini menjadi pukulan berat bagi Persis Solo yang harus mengakhiri empat musim berturut-turut di Liga 1. Manajemen klub melalui Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, juga mengeluarkan permohonan maaf kepada suporter atas kegagalan mempertahankan posisi di kasta tertinggi. Ginda menyatakan bahwa kekecewaan pendukung menjadi cerminan kegagalan manajemen dalam memenuhi harapan dan menjaga kebanggaan Kota Solo.

Ginda mengajak para pendukung untuk tidak patah semangat dan tetap setia mendukung Persis di masa sulit ini. Menurutnya, loyalitas sejati penggemar diuji saat klub tengah menghadapi masa sulit, bukan hanya ketika meraih prestasi. Ia optimistis bahwa masa sulit ini dapat menjadi momentum bagi Persis untuk bangkit dan kembali lebih kuat di masa yang akan datang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.