Media Kampung – Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, dipastikan tidak akan tampil di Singapore Open 2026 karena masalah cedera yang dialami Raymond. Keputusan penarikan ini diumumkan oleh pelatih ganda putra utama PBSI, Antonius Budi Ariantho, demi menjaga kondisi fisik pemain agar tidak semakin memburuk pada turnamen yang digelar di Singapore Indoor Stadium pada 26-31 Mei 2026 tersebut.

Antonius menjelaskan bahwa Raymond mengalami keluhan pada lutut kirinya selama satu minggu terakhir. Meski sudah menjalani terapi dan penyesuaian pola latihan, kondisi lutut Raymond masih menunjukkan ketidaknyamanan saat pemeriksaan terakhir sebelum keberangkatan ke Singapura. “Satu minggu terakhir Raymond mengeluhkan kondisi lutut belakang sebelah kiri yang tidak enak. Sudah coba diterapi dan disesuaikan pola latihannya tapi kemarin di pemeriksaan terakhir jelang berangkat kondisinya masih ada rasa tidak nyaman,” ungkap Antonius dalam keterangan resmi PP PBSI.

Menurut Antonius, Raymond sebenarnya masih mampu untuk bertanding. Namun, performanya diprediksi tidak akan maksimal karena adanya keterbatasan gerak yang disebabkan oleh cedera tersebut. Oleh karena itu, demi menghindari risiko yang lebih parah, ia memilih untuk menarik mundur pasangan muda tersebut dari daftar peserta Singapore Open 2026. “Daripada dipaksakan berangkat, saya memutuskan untuk menarik mundur Raymond/Joaquin dari Singapore Open 2026. Sebenarnya masih bisa main tapi pasti tidak maksimal karena ada pergerakan tertentu kurang lepas, ada yang ganjal,” tambah Antonius.

Absennya Raymond/Joaquin membuat sektor ganda putra Indonesia hanya mengandalkan dua pasangan lain yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani pada turnamen level Super 750 ini. Sebelumnya, Raymond/Joaquin sudah dijadwalkan menghadapi pasangan unggulan asal Tiongkok, Liang Wei Keng dan Wang Chang, pada babak awal Singapore Open.

Pelatih Antonius juga menyampaikan harapannya agar Raymond dan Joaquin dapat segera pulih dan kembali tampil optimal pada turnamen selanjutnya, khususnya Indonesia Open 2026 yang akan digelar di Jakarta pekan depan. “Semoga dengan waktu yang tersisa, pemulihan dan persiapan saya rasa bisa lebih baik di Indonesia Open nanti,” ujar Antonius.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi dalam menjaga kondisi atlet muda Indonesia agar tetap fit menghadapi rangkaian turnamen BWF World Tour. PBSI menegaskan bahwa kesehatan pemain menjadi prioritas utama demi menjaga performa jangka panjang dan keberlanjutan karier mereka di level internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.