Media KampungFC St. Gallen berhasil memenangkan pertandingan final Piala Swiss 2026 dengan skor 3-0 atas Stade Lausanne Ouchy. Kemenangan ini menjadi trofi pertama klub tersebut setelah 26 tahun menunggu sejak terakhir kali meraih gelar pada tahun 2000.

Final yang berlangsung di Stadion Wankdorf, Bern, pada Minggu, 24 Mei 2026, disaksikan oleh 30.671 penonton. FC St. Gallen tampil sebagai favorit kuat melawan Stade Lausanne Ouchy, klub dari divisi kedua yang tampil sebagai underdog pada laga ini. Meskipun sempat bermain dengan 10 pemain setelah Lukas Watkowiak, kiper cadangan St. Gallen, menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras, tim berhasil menjaga dominasi permainan.

Gol pertama dicetak oleh Tom Gaal pada menit ke-8 setelah memanfaatkan situasi bola mati. Namun, sebelum babak pertama usai, Watkowiak melakukan kesalahan fatal yang membuatnya dikeluarkan dari lapangan karena melakukan pelanggaran penalti terhadap penyerang lawan, Vasco Tritten. Kejadian ini memberikan Stade Lausanne Ouchy peluang bermain dengan keunggulan jumlah pemain, dan mereka sempat memberikan perlawanan sengit.

Meski begitu, St. Gallen mampu mengendalikan pertandingan dengan baik setelah insiden tersebut. Pada menit ke-66, kapten tim, Lukas Görtler, berhasil mencetak gol dari titik penalti yang didapatkan setelah pelanggaran di kotak penalti. Gol tersebut menjadi penanda kemenangan semakin dekat untuk tim dari Swiss Timur ini.

Christian Witzig kemudian menutup pertandingan dengan gol ketiga di masa tambahan waktu. Gol ini menjadi momen manis bagi Witzig yang mengaku sempat bermimpi mencetak gol kemenangan sebelum pertandingan dimulai. Suasana di stadion pun berubah menjadi perayaan besar di antara para pendukung St. Gallen yang datang dalam jumlah ribuan, termasuk banyak keluarga dan anak-anak yang antusias mengibarkan bendera hijau putih klub favorit mereka.

Kemenangan ini bukan hanya membuktikan kualitas FC St. Gallen di kancah sepak bola Swiss, tapi juga mengakhiri penantian panjang selama lebih dari dua dekade untuk meraih trofi domestik. Sebelumnya, klub ini hanya pernah memenangkan Piala Swiss pada tahun 1969. Keberhasilan ini juga membuka peluang bagi St. Gallen untuk tampil di kualifikasi Liga Europa, setelah mereka sebelumnya telah memastikan posisi kedua di Liga Super Swiss musim ini.

Di sisi lain, Stade Lausanne Ouchy harus mengakui keunggulan lawan yang lebih berpengalaman. Meskipun gagal meraih gelar, perjalanan mereka sampai ke final tetap menjadi pencapaian penting sebagai klub divisi kedua, memperlihatkan semangat dan kemampuan yang patut diapresiasi.

Perjalanan FC St. Gallen dalam turnamen ini juga mendapat sorotan khusus pada sosok Lukas Watkowiak. Meski sempat menjadi hampir ‘bahan kritik’ karena kesalahan di final, kiper cadangan ini sebelumnya menjadi pahlawan dalam pertandingan-pertandingan krusial dengan penyelamatan gemilang di babak adu penalti melawan Wil dan Rapperswil. Watkowiak sendiri mengaku sangat emosional selama laga final dan berterima kasih atas dukungan rekan satu tim yang membantu menjaga kestabilan permainan usai dirinya dikeluarkan.

Kemenangan St. Gallen di final Piala Swiss menjadi momen bersejarah sekaligus pembuktian kekuatan klub di kancah sepak bola nasional. Ribuan pendukung yang memadati Kota Bern dan melakukan pawai bersama menuju stadion turut merayakan keberhasilan ini dengan penuh antusiasme. Klub kini bersiap menghadapi kompetisi Eropa dengan semangat baru dan target lebih tinggi di musim mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.